Berita

Walikota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Gibran Dinilai Paling Pantas Wakili PDIP Di Pilpres 2024, Disusul Megawati, Ganjar, Dan Puan

RABU, 06 JANUARI 2021 | 21:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nama-nama tokoh yang akan menjadi kandidat calon presiden di Pilpres 2024 sudah mulai diperbincangkan publik. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan merupakan partai pemenang Pemilu 2019 yang paling berdinamika. Sebab, partai yang memperoleh suara 18,95 persen itu memiliki banyak kandidat.

Setidaknya ada empat nama dari PDIP yang kerap diperbincangkan. Pertama adalah nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang selalu menempati puncak klasemen setiap survei capres yang dirilis lembaga survei.

Meski secara elektabilitas paling moncer di partai banteng, namun jalan Ganjar menuju pilpres diyakini akan sedikit terjal lantaran gubernur dua periode itu tidak bertrah Soekarno.


Nama yang kedua adalah Ketua DPR RI Puan Maharani. Pengalaman Puan di dunia politik sudah tidak perlu diragukan lagi. Di pemerintahan, Puan sempat menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan pada periode pertama Jokowi, sebelum akhirnya di periode kedua terpilih sebagai Ketua DPR.

Di partai, posisi Puan juga strategis, yaitu sebagai ketua bidang politik dan keamanan. Sementara nilai plusnya adalah Puan memiliki “darah Soekarno”.

Selain Ganjar dan Puan, ada juga nama Gibran Rakabuming Raka. Anak sulung Presiden Joko Widodo itu mempunyai kans kuat maju di pilpres. Gibran yang baru saja terpilih sebagai walikota Solo bisa menapaki karir bapaknya yang melejit dengan cepat, juga dimulai dari menjabat sebagai walikota Solo.

Sementara nama terakhir yang cukup mengagetkan adalah Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum PDIP itu mulai diperbincangkan sejumlah pengamat seiring adanya fenomena para pemimpin senior dunia kembali tampil di kancah politik. Seperti Joe Biden di Amerika Serikat, Mahathir Mohamad di Malaysia, dan Angela Merkel yang masih kokoh di Jerman.

Atas alasan di atas, Kantor Berita Politik RMOL melakukan polling di Twitter dengan tagar, #TwitPol24Jam untuk merekam siapa di antara keempat kandidat di atas yang pantas mewakili PDIP di Pilpres 2024.

Hasilnya, nama Gibran Rakabuming Raka menempati urutan pertama calon yang dianggap pantas mewakili PDIP dengan jumlah persentase pemilih sebanyak 31,3 persen.

Sedangkan urutan kedua diduduki Megawati Soekarnoputri dengan 30,8 persen, disusul Ganjar Pranowo dengan 30,4 persen dan terakhir nama Puan Maharani 7,5 persen.

Survei ini dibuka sejak hari Selasa (5/1) pukul 19.36 dan ditutup setelah 24 jam. Total ada sebanyak 721 warganet yang turut memberi pilihan dalam poling ini. Survei ini turut dikomentari sebanyak 27 komentar dengan 13 likes dan 6 retweets. Salah satu yang berkomentar adalah akun @Hendi74370131.

Dia mengaku akan memilih Megawati jika nama tersebut masuk dalam kolom pilihan survei. Hanya saja pilihan serupa belum tentu akan dilakukan di dunia nyata.

“Kalau secara realita di 2024, yo tak pikir maneh ta, sing penting polling mlaku dhisik. (Kalau secara realita di 2024, ya saya pikir lagi, yang penting polling berjalan dulu),” ujarnya.

Sementara warganet lain berkomentar dengan nada menyinggung dua kader PDIP yang sedang terjerat kasus korupsi di KPK.

“Saya lebih suka Harun Masiku dan Juliari Batubara,” tutur akun @abdjadbiru.

Polling ini sendiri bukan survei ilmiah sebagaimana dilakukan oleh lembaga survei kredibel. Polling sebatas merekam dinamika warganet tentang kecenderungan terhadap kandidat calon presiden dari PDIP.

Sementara warganet yang menjadi pemilih dalam polling ini tidak bisa diverifikasi faktual, apakah akun yang dijalankan orang sungguhan atau bot.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya