Berita

Petugas medis di Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora/RMOLJateng

Nusantara

Punya Alat PCR Sendiri, Pemkab Blora Siap Uji 50 Sampel Per Hari

RABU, 06 JANUARI 2021 | 16:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini memiliki alat canggih terbaru polymerase chain reaction (PCR) sendiri untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus.

Alat PCR juga untuk mendiagnosis virus Covid-19 itu, berada di Laboratorium Kesehatan Jalan Kolonel Sunandar 63, Blora, yang telah diujicoba pemanfaatannya.

"Alhamdulillah, surat keputusan (SK) PCR-lab dari Kemenkes RI sudah turun, hari ini mulai operasional,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Blora, Henny Indriyanti, Rabu (6/1).


Untuk uji coba pertama, lanjut Henny, dilakukan dengan pemeriksaan 102 sampel dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru di lingkungan Dinkes setempat yang hasilnya bisa diketahui dalam waktu 2x24 jam.

"Setelah uji coba, nanti untuk pemeriksaan sampel lainnya, jadi tidak perlu dikirim ke luar daerah lagi yang menunggu sekitar sepekan,” kata Henny dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana teknik Daerah (UPTD) Labkes Kabupaten Blora, Sri Miningsih, PCR-lab milik Pemkab Blora, sudah disetujui Kementerian Kesehatan dengan SK Nomor SR.01.07/11/5778/2020.

SK Kemenkes terkait pengoperasian Labotarium RT-PCR itu, lanjut Sri Miningsih, sudah sesuai keputusan Menteri kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/9848/2020 tentang jejaring pemeriksaan laboratorium Covid-19.

"Untuk tahap awal ini, kami targetkan memeriksa 50 sampel perhari, dan hasilnya keluar 2x24 jam,” ujar Sri Miningsih.

Ke depan, lanjut Sri Miningsih, sarana Lab-PCR senilai Rp 2 miliar lebih yang dikelolanya itu membutuhkan tambahan 3-4 analis kesehatan atau ahli tenaga laboratorium medik (ATLM) agar pelayanan lainnya tetap bisa berjalan normal.

Kata dia, ATLM yang ada saat ini harus digilir untuk pelayanan pemeriksaan air bersih, air isi ulang, makanan minuman, narkoba, darah dan urine.

"Kami hanya punya empat analis kesehatan atau ATLM, jadi untuk pemeriksaan sampel lab-swab ditempuh dengan cara bergiliran,” terangnya.

Menurutnya, dalam tahap uji coba PCR-lab ini, pihaknya masih menyiapkan administrasi yang langsung terhubung dengan Kemenkes.

Selanjutnya harus menyiapkan kebijakan terkait regulasi, administrasi, pembiyaaan dan keperluan lainnya dengan Dikes setempat, tujuannya agar keberadaan alat baru PCR-lab milik Pemkab Blora benar-benar sempurna.

"Mohon dukungan semua pihak, dengan tambahan alat baru ini kedepannya UPTD Labkes bisa memberi pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya