Berita

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/Net

Kesehatan

Indonesia Darurat Covid-19, Satgas: Ditandai Dengan Ketersedian Tempat Tidur ICU Semakin Menipis

RABU, 06 JANUARI 2021 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 mengalami tingkat keterisian yang cukup tinggi berdasarkan data per 2 Januari 2021.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, tren keterisian yang cukup tinggi di awal tahun ini tidak bisa terlepas dari jumlah pasien Covid-19 yang masih bertambah.

Pasalnya, pada Selasa kemarin terdapat 7.445 orang yang menjadi pasien baru Covid-19. Sementara, jumlah pasien yang masih di rawat (kasus aktif) ada sebanyak 110.693 atau 14,2 persen dari total kasus positif yang sudah mencapai 779.548 orang.


"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Di beberapa daerah keterisian tempat tidur per 2 Januari, sudah melebihi 70 persen," ujar Wiku dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/1).

Lebih rinci, Wiku menyebutkan sejumlah daerah yang persentase tempat tidurnya mulai meninggi.

Di antaranya di provinsi DKI Jakarta 84,74 Persen, Banten 84,52 persen, DI Yogyakarta 83,36 persen, Jawa Barat 79,77 persen, Sulawesi Barat 79,31 persen, Jawa Timur 78,41 persen, Jawa Tengah 76,27 persen, Sulawesi Selatan 72,40 persen dan Sulawesi Tengah 70,59 persen.

"’Hal ini jadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis,’’ ungkap Wiku.

Sebagai pengingat, Wiku menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sebab menurutnya, hingga saat ini sudah tercatat 237 dokter meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

"Tren dokter yang meninggal tersebut cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020. Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru," kata Wiku.

"Satu-satunya cara adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya