Berita

Christophorus Columbus saat mendarat di Guanahani/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Columbus

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 11:39 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MUNGKIN tokoh yang paling banyak dikelirukan dalam sejarah dunia adalah Christophorus Columbus. Namun andaikata Columbus tidak keliru maka sejarah peradaban dunia akan beda ceritanya.

Amerika

Pertama, Columbus sering dikelirukan sebagai pelaut Spanyol padahal Italia. Columbus keliru dicatat pada lembaran sejarah yang ditulis oleh kaum kulit putih sebagai penjelajah pertama yang “menemukan” benua Amerika padahal sebelum Columbus, sudah banyak orang China, Irlandia dan Viking sempat berkeliaran di sana.


Namun segenap fakta yang benar itu tidak tercatat dalam sejarah yang ditulis oleh orang Inggris dan Spanyol.

Suku pribumi Amerika berasal dari daratan Asia Timur-Laut yang merambah masuk ke daratan Amerika melalui jalur utara, yang diduga di jaman purba masih menjadi satu.

Hanya saja para pendahulu Columbus memang kalah promosi, kurang public relations dan publisitas hingga di lembaran sejarah dunia, riwayat penjelajahan mereka tertutup gemerlap popularitas Columbus.

Guanahani


Di Amerika Serikat, Christopher Columbus dikenang sebagai pahlawan, padahal pelayar bayaran kerajaan Spanyol ini belum pernah menginjak bumi daratan wilayah USA masakini.

12 Oktober 1492 Columbus mendarat sekadar di Pulau Guanahani yang kemudian disebut oleh Columbus sebagai San Salvador lalu Kuba dan Haiti.

Dalam tiga perjalanan menyusul, Columbus juga sekadar menelusuri kepulauan Bahama, Puerto Rico, Jamaica, Trinidad, serta bagian Timur Laut kawasan Amerika Selatan sampai paling-paling sisi Karibea tanah-genting Panama tanpa sempat menginjakkan kakinya di daratan yang kini termasuk wilayah Amerika Serikat.

Dunia Bulat


Keliru, kisah tentang rencana Christopher Columbus berlayar ke arah Barat ditertawakan khalayak ramai, akibat semua masih yakin bahwa bentuk dunia ini datar.

Pada akhir abad ke XV itu sudah tidak ada lagi anggapan keliru seperti itu. Semua sudah tahu bahwa dunia bulat, justru Columbus sendiri yang keliru mengenai luas globus dunia ini.

Columbus mengira ukuran bola dunia ini sekadar kecil-kecil saja, hingga apabila berlayar ke arah Barat dia akan berhasil mencapai Cathay (Cina) atau India.

Columbus tidak sadar bahwa di bagian Barat Eropah masih ada benua bukan Asia. Maka ketika mendarat di pulau Guanahani, Columbus langsung memproklamirkan dirinya sudah tiba di Asia.

Ketika menjelajahi gugusan-pulau yang kini masuk wilayah Kuba dia berkhayal berada di kawasan India. Maka penduduk asli setempat itu juga disebutnya sebagai Indian (kekeliruan sebutan yang sampai sekarang masih dipertahankan).

Sampai saat akhir hayatnya pada tahun 1506, Columbus masih tetap bersikeras menganggap dirinya sudah berhasil menemukan kawasan Asia lewat jalur Barat ! Kini kita semua tahu bahwa Columbus keliru!

Kolonialisme


Namun andaikata Columbus tidak keliru, profil peradaban planet bumi tentu menjadi seperti di masakini.

Entah lebih baik atau lebih buruk, namun pasti beda! Maka kekeliruan Christopher Columbus masih dikenang dengan rasa terima kasih dan hormat oleh masyarakat Amerika Serikat terutama kaum Hispanik!

Colombus sama sekali tidak dikenang apalagi dihormati oleh masyarakat Indian yang kini sudah nyaris punah akibat angkara-murka kolonialisme para pendatang dari Eropah.

Masyarakat pribumi Amerika alih-ali wajib menghornati malah berhak mencaci-maki Columbus sebagai biang-keladi malapetaka kemusnahan suku-bangsa mereka!

Andaikata Columbus tidak tersesat mendarat di San Salvador, maka dapat diyakini bahwa nasib masyarakat pribumi asli benua Amerika tidak seburuk seperti sekarang ini.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya