Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga Optimis Vaksinasi Jadi Game Changer Pertumbuhan Ekonomi

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 08:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pelaksanaan vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah mulai pertengahan bulan ini bisa menjadi game changer dalam mewujudkan target perekonomian nasional mencapai 4,5 hingga 5 persen pada tahun 2021.

Begitu harapan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelaksanaan vaksinasi yang tinggal menunggu BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization dan MUI mengeluarkan sertifikat kehalalan.

Menko Airlangga mengurai bahwa ekonomi Indonesia sudah mampu melewati rock bottom pada kuartal kedua tahun 2020, yakni -5,32 persen. Sementara pada kuartal ketiga (Q3) sudah menunjukkan tren positif, yaitu -3,49 persen.


Menko Airlangga memperkirakan, hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi -2,2 persen hingga -0,9 persen.

“Namun kita melihat bahwa di Januari ini atau sepanjang tahun 2021 ini APBN kita didesain untuk mendorong pertumbuhan  ekonomi di angka 5 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu saat menjadi narasumber di salah satu TV swasta nasional, Senin malam (4/1).

Sejumlah lembaga ekonomi internasional telah memperkirakan Indonesia akan tumbuh. Misalnya World Bank yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,4 persen, IMF memprakirakan 6,1 persen, dan ADB 5,3 persen.

Hanya saja, Airlangga menilai publik juga harus mencermati dinamika dari pandemi Covid-19. Terlebih muncul strain baru di Inggris yang membuat sejumlah negara melakukan pengetatan kembali.

“Optimisme pemerintah harus didorong dengan penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, tiga juta vaksin sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Diharapkan pertengahan Januari 2021 vaksinasi sudah bisa dilakukan secara bertahap,” tegasnya.

Setidaknya ada sejumlah instrumen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama, dari APBN yang memberi stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Kedua, masyarakat cukup percaya diri untuk melakukan konsumsi. Saat ini confident level itu sudah meningkat, konsumsi masyarakat sudah bergerak.

“Ketiga, pada awal Januari indeks saham gabungan (IHSG) sudah kembali ke level 6100-an sehingga timbul optimisme positif. Keempat, rupiah menguat ke level 13.890 per dolar AS pada 4 Januari 2021,” sambungnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya