Berita

Ketua Umum IKA Unpad Irawati Hermawan dalam sambutannya/Repro

Nusantara

Gelar Konferensi Internasional, IKA Unpad Berharap Bisa Beri Sumbangsih Solusi Penanganan Covid-19

SENIN, 04 JANUARI 2021 | 17:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA Unpad) merilis sebuah konferensi internasional yang mengambil topik seputar penanganan pandemi Covid-19.

Pembukaan tersebut dilakukan secara hybrid di Rektorat Unpad pada Senin (4/1). Di mana tema konferensi internasinasional tersebut adalah 'Tackling the Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, and Social Perspectives'.

Konferensi sendiri akan digelar dalam sejumlah sesi mulai 23 hingga 25 Februari 2021.


Pembukaan konferensi internasional menghadirkan Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, Ketua Umum Kadin indonesia Rosen Roeslani, Sekjen Kemlu Cecep Herawan, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Umum IKA Unpad Irawati Hermawan, Sekjen ICCIA Yousef Hasan Khalawi, Wakil Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Direktur Biofarma Rahman Roestan, dan Wakil Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte.

Dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, para panelis sepakat untuk menjadikan konferensi internasional yang akan datang sebagai kesempatan untuk mencari solusi menangani pandemi dan dampaknya, serta meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi lainnya di masa yang akan datang.

"International Conference ini diharapkan dapat menghadirkan diskusi dan solusi yang komprehensif untuk penganan pandemi Covid-19," ujar Ira.

Ira menyebut, penyelenggaran konferensi tersebut merupakan kerja sama antara Unpad, IKA Unpad, Kadin Indonesia, dan ICCIA.

Dalam penyelenggarannya nanti, konferensi tersebut juga akan mengundang Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, dan Gubernur Jawa Barat.

Sedangkan para narasumber sendiri akan diisi oleh akademisi, WHO, Kemlu, hingga ICCIA.

Mengutip penyataan Philips, beberapa negara seperti China hingga Korea Selatan memiliki penanganan pandemi yang lebih baik karena memiliki pengalaman dengan wabah SARS pada 2002-2003.

"Mereka belajar dari SARS, untuk memperkuat fasilitas kesehatan, riset, sains. Jadi mereka tahu cara menghadapinya," ujarnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya