Ketua Umum IKA Unpad Irawati Hermawan dalam sambutannya/Repro
Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA Unpad) merilis sebuah konferensi internasional yang mengambil topik seputar penanganan pandemi Covid-19.
Pembukaan tersebut dilakukan secara hybrid di Rektorat Unpad pada Senin (4/1). Di mana tema konferensi internasinasional tersebut adalah 'Tackling the Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, and Social Perspectives'.
Konferensi sendiri akan digelar dalam sejumlah sesi mulai 23 hingga 25 Februari 2021.
Pembukaan konferensi internasional menghadirkan Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, Ketua Umum Kadin indonesia Rosen Roeslani, Sekjen Kemlu Cecep Herawan, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Umum IKA Unpad Irawati Hermawan, Sekjen ICCIA Yousef Hasan Khalawi, Wakil Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Direktur Biofarma Rahman Roestan, dan Wakil Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Direktur Eksekutif CSIS Philips J Vermonte.
Dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, para panelis sepakat untuk menjadikan konferensi internasional yang akan datang sebagai kesempatan untuk mencari solusi menangani pandemi dan dampaknya, serta meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi lainnya di masa yang akan datang.
"International Conference ini diharapkan dapat menghadirkan diskusi dan solusi yang komprehensif untuk penganan pandemi Covid-19," ujar Ira.
Ira menyebut, penyelenggaran konferensi tersebut merupakan kerja sama antara Unpad, IKA Unpad, Kadin Indonesia, dan ICCIA.
Dalam penyelenggarannya nanti, konferensi tersebut juga akan mengundang Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, dan Gubernur Jawa Barat.
Sedangkan para narasumber sendiri akan diisi oleh akademisi, WHO, Kemlu, hingga ICCIA.
Mengutip penyataan Philips, beberapa negara seperti China hingga Korea Selatan memiliki penanganan pandemi yang lebih baik karena memiliki pengalaman dengan wabah SARS pada 2002-2003.
"Mereka belajar dari SARS, untuk memperkuat fasilitas kesehatan, riset, sains. Jadi mereka tahu cara menghadapinya," ujarnya.