Berita

Bupati Banyumas Achmad Husein menunjukkan cabe rawit berpewarna/Net

Nusantara

Demi Keuntungan, Pedagang Cabe Rawit Berpewarna Dibekuk Polres Banyumas

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 21:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Heboh soal cabe rawit yang dicat dan beredar di pasaran Banyumas, akhirnya berhasil diungkap polisi.

Pelaku pengecatan BN (36) seorang pedagang cabe warga Dusun Titang, Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung.

Heboh soal cabe di cat ini juga sempat diungkap oleh Bupati Banyumas Achmad Husein di akun Instagramnya.


Kapolres Banyumas Kombes Pol Whisnu Charaka yang dihubungi melalui Kasat Reskrim Kompol Berry mengungkapkan, tersangka BN sudah diamankan terlebih dahulu oleh Polres Temanggung.

"Pelaku saat ini sudah dibawa ke Polres Banyumas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Berry dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (31/12).

Berry mengungkap, berdasar hasil pemeriksaan sementara, motif mengecat cabai rawit dengan cat warna merah karena alasan ekonomi.

Menurut pelaku, harga cabai rawit merah sedang tinggi sekitar Rp 45.000 sedang harga cabai rawit putih Rp 19.000.

"Pelaku mempunyai niat mengambil keuntungan karena harga tinggi, Pelaku mengaku mengecat cabai rawit putih dan cabai rawit hijau muda, kemudian dicampur dengan cabai rawit putih. Pengecatan dengan cat pylox,” kata Berry.

Setelah dicat dan dicampur dengan cabe rawit putih, pelaku kemudian mendistribusikan cabai merah palsu itu ke sejumlah pasar di Banyumas, seperti di Pasar Sokaraja, Pasar Wage dan Pasar Cerme Purwokerto.

"Pelaku mengaku baru pertama kalinya melakukan perbuatan mengecat cabai jadi warna merah. Motifnya agar harga jualnya lebih tinggi,” pungkas Berry.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, cabai yang dicat bukan berasal dari Banyumas. Cabai yang ditemukan sebanyak 30 kilogram.

"Cabai ini berasal dari Temanggung. Pemkab bertindak cepat dan menelusur asal usul cabai, serta melacak sudah diedarkan ke mana. Cabai didistribusikan kepada 5-6 pedagang di pasar," ujar Husein.

"Cabai ini jangan dimakan karena bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Kami meminta polisi untuk menindak tegas karena ini sangat membahayakan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pada operasi gabungan antara Loka POM Banyumas bersama Pemkab Banyumas dan Polresta Banyumas, menemukan adanya cabai rawit yang berpewarna buatan pada sejumlah pasar tradisional di Banyumas, Selasa (29/12).

Penemuan cabai dengan cat merah ini sempat viral di media sosial, beberapa hari sebelum petugas BPOM dan Polisi melakukan penyelidikan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya