Berita

Aksi Risma blusukan ke kolong jembatan belakang kantor Kemensos RI/RMOL

Politik

Agar Tak Jadi Menteri Rasa Walikota, Risma Harus Blusukan Ke Perbatasan Aceh, Kaltara Hingga Papua

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 04:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke kolong jembatan belakang Kantor Kemensos disarankan untuk segera diubah.

Pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran mengapresiasi langkah Risma kalau tujuannya semata-mata melihat kondisi nyata di sekitar Kantor Kemensos.

Meski demikian, ia mengaku khawatir apabila pola Risma blusukan di sekitar Jakarta justru yang muncul kesan sebagai seorang kepala daerah akan menguat.


"Langkah itu jangan terus dilakukan lebih jauh, kerja menteri wilayah makro, kalau begitu kepala daerah seperti bupati walikota, kalau di Jakarta ya gubernur. Nanti malah menteri rasa walikota," demikian pandangan Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (31/1).

Leih lanjut Andi justru menyarankan kalau Risma memang ingin bekerja maksimal, sebaiknya pola titik yang didatangi disampling se Indonesia. ;

Beberapa titik yang perlu didatangi, menurut Andi adalah Papua, perbatasan Aceh , Kalimantan Utara dan berbagai titik lokasi yang dalam data Kemensos memiliki banyak masalah sosial.

Dengan cara itu, Andi meyakini Risma akan dapat membuat suatu sistem yang dapat menjawab masalah sosial secara komprehensif.

"Saya malah sarankan untuk turun ke Papua, Aceh ke Kaltara lihat kondisi masyarakat lalu kemudian membuat resolusi penanganan masalah sosial secara komprehensif ," demikian kata Andi Yusran.

Saat Risma beraktivitas pertama di Kantor, ia tancap gas dengan melakukan blusukan ke kolong jembatan belakang Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.

Risma kemudian merayu warga yang tinggal di tempat tak layak bawah kolong jembatan untuk mau dipindah ke balai yang lebih layak.

Walikota dua periode itu pun menawarkan akan memberi jaminan penghidupan lebih layak dengan berbagai pelatihan skill.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya