Berita

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat/RMOL

Presisi

7 Pemuda Ikut Diamankan Polisi Saat Penertiban Atribut FPI

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 17:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sebanyak tujuh orang turut diamankan dalam kegiatan penertiban atribut Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12).

"Ada sekitar 7 orang dibawa ke Polda," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto di lokasi.

Heru mengatakan, pihaknya hanya mengamankan tujuh orang itu untuk ditanyakan identitasnya di Polda Metro Jaya.


"Pemuda kami amankan dan kami tanya identitasnya, apakah orang Petamburan atau bukan. Kami amankan, tidak ada istilah penangkapan, baru mendata saja," jelasnya.

Jajaran Polres Jakarta Pusat bersama personel gabungan TNI menertibkan atribut yang masih berkaitan dengan FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mulai dari spanduk, banner hingga baliho yang berkaitan dengan FPI ditertibkan oleh aparat gabungan.

Penertiban menyusul pengumuman dari pemerintah soal pembubaran ormas pimpinan Ahmad Sobri Lubis tersebut.

"Kami meyakinkan SKB 220/47/90 yang telah ditandatangani bersama bahwa kegiatan FPI mulai hari ini tidak boleh dilakukan, baik banner, pamflet, atribut yang ada sudah kita lepas semua," demikian Heru.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya