Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Kesehatan

Jangan Salah Kaprah, Begini Menghitung Kecepatan Penularan Varian Baru Virus Corona

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 11:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mutasi virus corona yang ditemukan di beberapa negara tengah menjadi perhatian dunia. Lantaran varian baru virus corona tersebut diyakini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi.

Pakar Biologi Mulekuler, Dr. Riza Arief Putranto, DEA mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat memahami kecepatan penularan dari beberapa varian baru virus corona.

Melalui akun Instagram-nya, @rizaputranto pada Selasa (29/12), ia menjelaskan bahwa virus corona baru atau SARS-CoV-2 merupakan varian awal yang ditemukan di Wuhan.


Sejak diidentifikasi pada Desember 2019, terdapat enam varian SARS-CoV-2 yang menjadi rujukan, disebut sebagai varian Wuhan 01-06.

"Varian inilah yang menyebabkan outbreak pertama di Wuhan dan kemudian menyebar ke seluruh dunia," tulisnya.

Setelah itu, pada 22 Februari, ditemukan untuk pertama kalinya varian S D614G di Eropa. Itu adalah mutasi dari varian Wuhan yang kemudian berkembang menjadi varian yang dominan di dunia.

Pasalnya, data dari GISAID yang berbasis di Jerman per 29 Desember 2020 menunjukkan, sebanyak 92 persen varian virus corona di dunia saat ini adalah D614G.

Dalam perkembangannya, mutasi virus corona telah diidentifikasi di sejumlah negara. Misalnya pada Juli hingga Agustus, ditemukan mutasi S S477N di Australia yang menyababkan gelombang kedua Covid-19 di sana. Gelombang kedua Covid-19 di Inggris pada Oktober hingga November juga diketahui disebabkan oleh mutasi S A222V.

Di Denmark dan Belanda, muncul mutasi S Y453F terhadap kasus Covid-19 carpelai pada Juni hingga November. Kemudian varian 501Y.V2 diidentifikasi di Afrika Selatan pada November-Desember yang memicu gelombang kedua.

Saat ini, publik sendiri digegerkan dengan varian B.1.1.7 atau VOC 202012/01 yang ditemukan di Inggris karena memiliki tingkat kecepatan penularan yang lebih tinggi dan berpotensi menjadi global seperti halnya D614G.

Hingga 29 Desember, GISAID menyebut varian B.1.1.7 di dunia hanya berjumlah 0,0003 persen dari total kasus Covid-19. Sementara data dari Public Health England per November-Desember menunjukkan, 96 persen virus corona di Inggris adalah varian B.1.1.7.

Terkait hal ini, Dr. Riza menjelaskan, varian S D614G lebih cepat menular 10 kali daripada varian yang ditemukan di Wuhan. Sedangkan varian B.1.1.7 lebih cepat menular 70 persen atau 1,7 kali dibandingkan dengan S D614G. Atau varian B.1.1.7 lebih cepat menular 17 kali daripada varian Wuhan.

"Berhati-hati saat memahami kecepatan penularan. Kecepatan penularan dalam duplikat (kali) dengan persen tidak bisa disandingkan," terang Dr. Riza.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya