Berita

Foto/Net

Kesehatan

Penuhi Kuota 426 Juta Dosis Vaksin, Begini Alur Yang Ditempuh Pemerintah

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 19:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksin yang dibutuhkan Indonesia untuk target penyuntikan 181 juta warga membutuhkan 426 juta dosis.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah sudah menempuh alur kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk memenuhi kebutuhan vaksin tersebut.

Dia memaparkan, ada lima jalur pengadaan vaksin yang sudah ditempuh pemerintah. Empat jalur di antaranya bersifat bilateral dan satu jalur lainnya bersifat multilateral.


"Dari 4 bilateral kita sudah tandatangan kontrak dengan Sinovac 125 juta dan punya opsi menambahkannya. Kita juga sudah tanda tangan dengan Novavax 130 juta dan ada porsi yang pasti kita ambil," ujar Budi dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12).

Kemudian, pemerintah juga akan melakukan penandatanganan dengan AstraZeneca untuk pengadaan 100 juta dosis vaksin. Dalam kerjasama itu, sudah sebagian kuota mencapai kesepakatan dipenuhi. Sementara sebagian lagi masih opsi.

Selain itu, Budi juga memastikan pemerintah akan menandatangani kontrak dengan Bio Entech Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin, dimana 50 juta sudah pasti dan sisanya adalah opsi.

"Kami harap finalisasi dengan AstraZeneca dan Pfizer akan dilakukan dalam waktu dekat ini," ucap Budi.

Dari 4 perusahaan tersebut, Budi mengkalkulasi vaksi yang akan diterima Indonesia mencapai 400 juta dosis vaksin. Rinciannya, 100 juta akan didatangkan dari China, 100 juta dari Novavax yang merupakan perusahaan Amerika-Kanada.

Kemudian, 100 juta dari AstraZeneca perusahaan dari London, Inggris dan 100 juta lagi dari Pfizer yang merupakan gabungan Jerman dan Amerika.

"Kita juga untuk menjamin resiliensi vaksin atau keterjaminan kedatangan vaksin kita lakukan dari 4 sumber yang berbeda. Diharapkan vaksin-vaksin datang secara bertahap ke Indonesia dan segera melakukan penyuntikan seluruh rakyat Indonesia yang 181 juta," tuturnya

"Kita sudah men-secure, yang pastinya sekitar 330 juta dengan opsi sekitar 330 juta sehingga kita sudah secure 660 juta. Kita ada buffer yang cukup kalau ada beberapa sumber yang kemudian gagal diuji klinisnya atau tertunda proses deliver-nya," demikian Budi Gunadi Sadikin. 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya