Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tidak Terkendala Pandemi, Ekspor Korea Selatan Justru Meningkat Cepat Pada Desember 2020

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 12:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi ternyata tidak mengurangi nilai ekspor Korea Selatan (Korsel). Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters pada Selasa (29/12) menunjukkan bahwa ekspor Korsel mengalami pemulihan yang lebih cepat karena kuatnya permintaan chip.

Nilai ekspor pada Desember 2020 terlihat meningkat 5,6 persen dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan median dari 12 ekonom.

Ini adalah pertumbuhan tercepat dalam tiga bulan dan lebih baik dari kenaikan 4,1 persen pada bulan November.


Penjualan chip, barang ekspor terbesar Korsel, melonjak 26,4 persen di luar negeri selama periode 1-20 Desember.

Sebaliknya, impor diperkirakan menyusut 2,6 persen pada Desember. Ini adalah masa yang cukup panjang bagi nilai impor karena adanya gelombang ketiga infeksi virus corona, yang terburuk di negara itu, sehingga membuat lemahnya permintaan domestik.

Chun Kyu-yeon, ekonom di Hana Financial Investment, mengatakan perdagangan kembali normal salah satunya juga didukung karena adanya bantuan pasokan vaksin.

"Pemulihan ekspor yang dipimpin semikonduktor terlihat terus berlanjut. Tren peningkatan ekspor akan berlanjut hingga kuartal kedua tahun 2021, karena ekonomi global dan volume perdagangan kembali normal dalam bantuan pasokan vaksin," kata Chun, seperti dikutip Reuters.

Para ahli ekonomi melihat pemulihan ekspor tetap tangguh meskipun ada kekhawatiran atas situasi virus corona lokal.

"Meskipun kebangkitan global Covid-19 dan tindakan penguncian terkait sebagian akan berdampak negatif pada ekspor, stimulus AS dan upaya China untuk meningkatkan konsumsi domestiknya akan mendukung pemulihan ekspor," kata Park Sang-hyun, kepala ekonom di Hi Investment & Sekuritas.

Data perdagangan untuk Desember dan seluruh tahun 2020 akan keluar pada 1 Januari pukul 9 pagi (0000 GMT 1 Januari). Sebanyak 11 ekonom memprediksikan output industri pada November akan meningkat dengan penyesuaian musiman 0,8 persen bulan ke bulan, setelah menyusut 1,2 persen pada Oktober.

Dua belas ekonom juga memperkirakan harga konsumen di bulan Desember akan naik rata-rata 0,6 persen tahun ke tahun, stabil dari bulan sebelumnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya