Berita

Kontainer di sebuah pelabuhan di provinsi barat laut TekirdaÄŸ, Turki, 23 Desember 2020/Net

Bisnis

Inggris Dan Turki Siap Tandatangani Kesepakatan Perdagangan Bebas Senilai Lebih 25,2 Miliar Dolar AS

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerajaan Inggris dan pemerintahan Turki akan menandatangani kesepakatan perpanjangan pengaturan perdagangan kedua negara pada Selasa (29/12) waktu setempat. Ini menjadi kesepakatan pertama sejak Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapatkan perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa.

Kesepakatan Inggris-Turki akan meniru persyaratan perdagangan yang sudah ada sebelumnya antara Ankara dan London, tetapi Menteri Perdagangan Inggris, Liz Truss, mengatakan pada hari Minggu bahwa dia berharap pengaturan yang dipesan lebih dahulu antara negara-negara tersebut dapat segera dicapai.

"Kesepakatan yang kami harapkan untuk ditandatangani minggu ini mengunci pengaturan perdagangan bebas tarif dan akan membantu mendukung hubungan perdagangan kami. Ini akan memberikan kepastian bagi ribuan pekerjaan di Inggris dalam industri manufaktur, otomotif dan baja,” kata Truss dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/12).


"Kami sekarang berharap untuk bekerja dengan Turki menuju perjanjian perdagangan Inggris-Turki yang dibuat khusus dan ambisius dalam waktu dekat," lanjutnya.

Hubungan perdagangan itu bernilai 18,6 miliar pound atau setara 25,2 miliar dolar AS, dan Inggris mengatakan itu adalah kesepakatan perdagangan terbesar kelima yang telah dinegosiasikan oleh kementerian perdagangan setelah perjanjian dengan Jepang, Kanada, Swiss, dan Norwegia.

Inggris saat ini telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan 62 negara menjelang akhir periode transisi Brexit pada 1 Januari mendatang, ketika mereka meninggalkan pengaturan perdagangan UE.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya