Berita

Nelayan lobster/Net

Dunia

Nestapa Nelayan Lobster Australia Usai Terkena Imbas Larangan Impor Dari China

MINGGU, 27 DESEMBER 2020 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang dagang antara Australia dan China yang terus berkobar telah mengancam kehidupan para nelayan kecil.

Para nelayan lobster di Australia paham betul rasanya terkena imbas perselisihan antara Canberra dan Beijing, setelah China memberlakukan larangan impor yang hampir total.

Setiap tahunnya, Australia mengekspor lobster batu mencapai setengah miliar dolar AS pada waktu normal. Sebanyak 94 persen di antaranya dikirim ke China.


"Ini telah mempengaruhi kami. Penghasilan kami berkurang secara drastis," kata seorang nelayan bernama Fedele Camarda, kepada AFP.

Sebagai upaya untuk membantu para nelayan, pemerintah daerah baru-baru ini sudah mengubah UU yang mengizinkan nelayan lobster batu untuk menjual dalam jumlah besar hasil tangkapan mereka melalui jalur belakang selama Desember dan Januari.

Para nelayan menyambut antusias meski tetap harus kecewa karena harga yang dijual oleh mereka jauh dari normal.

Sebelum pandemi Covid-19, harga lobster mencapai 80 dolar AS per kilogram di Australia Barat, dan biasanya rata-rata sekitar 53 dolar AS per kilogram.

Sementara sebelum Natal kemarin, harga lobster turun 36 persen menjadi 34 dolar AS per kilogram.

"Itu cukup untuk mencapai titik impas. Tapi kami menjual habis hampir setiap hari. Kami menerima pesanan di muka karena orang-orang menginginkannya untuk Natal," ucap Carmada.

Hubungan antara Australia dan China telah mencapai titik terendah sepanjang tahun ini. Australia yang mendesak diadakannya penyelidikan asal usul virus corona membuat China marah, di mana sebelumnya kedua belah pihak terjerat masalah larangan Huawei untuk proyek 5G.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya