Berita

Sandiaga Uno saat diumumkan sebagai Menparekraf di Istana Negara/Net

Politik

Kabinet Selesai Dirombak, Begini Peta Dukungan Sandiaga Uno Di Pilpres 2024

SABTU, 26 DESEMBER 2020 | 04:30 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Arah dukungan politik pada pemilihan presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang diprediksi telah berubah usai lawan Jokowi yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga uno gabung ke kabinet Indonesia Maju.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran  mengatakan, jika merujuk pada Pilpres 2019 lalu, basis pemilih secara umu  sudah terbelah. Yakni pemilih ideologis dan pemilih non ideologis.

Andi melihat, Sandiaga Uno merupakan representasi ke basis pemilih nonideologis. Jenis pemilih seperti ini sangat susah benar-benar loyal komitmen politiknya.


"(1) pemilih ideologis (santri dan sejenisnya) versus (2) pemilih non-idelogis (abangan, nasionalis dan pemilih pragmatik. Sandi sudah bergabung di basis pemilih kedua," demikian kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (25/12).

Menurut Doktor Politik Universitas Padjajaran ini, peluang Sandiaga Uno mencalonkan diri sebagai presiden tetap terbuka. Sebabnya, penggagas gerakan Oke oce ini memiliki basis finansial yang kuat.

Meski demikian, Andi meyakini elektabilitas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan melorot.

Selain hilangnya dukungan emak-emak, pemilih ideologis yang kerap menjadi pembela utama Sandiaga Uno mulai beralih.

Apalagi, ditambahkan Andi, beberapa nama potensial yang kuat pada Pilpres 2024 mendatang muncul sosok yang terlihat melakukan konsolidasi secara rutin.

"Elektabilitasnya diprediksi ‘melorot’ pasca bergabung dengan kubu Jokowi. Dukungan emak-emak dan pemilih ideologis diprediksi akan sulit diperoleh lagi," demikian analisa Andi.

Andi pun menyarankan pada Sandiaga Uno agar tetap memilih jalur oposisi.

Dengan cara itu, ia memprediksi elektablitas Sandi akan jauh lebih tinggi.

"Jika ia (Sandi) di luar kabinet dan tetap memposisikan diri sebagai ‘oposan’ ketimbang ketika bergabung dengan kabinet," pungkas Andi Yusran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya