Berita

General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari, MKM dalam program Bincang Sehat/RMOL

Kesehatan

Belajar Dari Pengalaman, Kasus Covid-19 Melonjak Hingga 40 Persen Setelah Libur Panjang

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 15:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman nyata di tanah air hingga saat ini. Oleh karena itu, libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini dikhawatirkan akan menjadi momen di mana lonjakan penularan virus corona bisa terjadi.

Bukan tanpa alasan, belajar dari pengalaman beberapa kali libur panjang atau long weekend beberapa waktu sebelumnya, selalu berujung dengan peningkatan pesat kasus Covid-19.

"Selama pandemi ini, Indonesia ada delapan kali long weekend dan rata-rata, setelah periode long weekend ini selalu terjadi peningkatan kasus di hari ke-10 hingga hari ke-14 sebanyak 40 persen kasus," ujar General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari, MKM dalam program Bincang Sehat bertajuk "Waspada Klaster Libur Nataru" yang dilaksanakan oleh Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 25/12).


"Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena memang long weekend ini banyak orang memanfaatkannya untuk alasan liburan atau pulang kampung atau aktivitas lain yang akan menciptakan satu kerumunan yang sangat berpotensi terjadi transmisi penularan virus, karena mereka tidak menerapkan protokol kesehatan secara maksimal," paparnya.

Karena itulah Yeni mengingatkan bahwa pilihan yang terbaik adalah untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada urgensi untuk keluar rumah.

"Kalaupun ada keperluan mendesak atau tidak bisa ditinggalkan, maka penting sekali untuk mempersiapkan beberapa hal," kata Yeni.

Pertama adalah memastikan bahwa sebelum berangkat ke tempat tujuan, melakukan tes yang tepat.

"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kondisi kita sehat walaupun bisa jadi juga kita tanpa gejala. Karena itu protokol kesehatan jangan ditinggalkan," terangnya.

Hal kedua yang perlu juga dipastikan adalah terkait dengan ventilasi, durasi dan jarak yang ditempuh selama perjalanan.

"Tiga hal ini penting karena akan berpengaruh dari seberapa besar potensi penularan virus corona bisa terjadi," sambung Yeni.

"Tapi tentu saja, jika tidak ada urgensinya, pilihan utama yang terbaik adalah tetap berada di rumah," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya