Berita

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi/RMOLJabar

Nusantara

Walikota Bekasi Izinkan Musda KNPI, Polda Metro Jaya Didesak Lakukan Pemeriksaan

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 11:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mendapat sorotan keras masyarakat karena izinkan penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI. Bahkan Walikota datang untuk membuka acara tersebut.

Untuk itu, Polda Metro Jaya didesak untuk memproses Walikota Rahmat Effendi, karena mengizinkan Musda KNPI Kota Bekasi digelar dengan mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan, acara tersebut berujung ricuh.

Ketua LSM Satgas Covid-19 Indonesia Sehat, Dani mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya sudah melarang keramaian lebih dari lima orang. Namun, pada Rabu (23/12) Walikota Bekasi justru memberi izin. Bahkan, hadir untuk membuka acara tersebut.


“Polda Metro kalau berani juga harus tangkap Walikota Bekasi.  Jangan cuma berani sama Gubernur DKI Anies Baswedan yang diperiksa karena kerumunan,” kata Dani saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (25/12).

Dani memprediksi, Musda KNPI Kota Bekasi bakal menjadi klaster baru karena ada 9 orang peserta yang reaktif pada saat acara ini akan dibuka.

“Walikota Bekasi melanggar UU Kesehatan. Kami dari LSM Satgas Covid Indonesia Sehat mendesak Kapolda Metro Jaya tangkap Walikota Bekasi, jangan tebang pilih," tegasnya.

"Masa Gubernur DKI saja diperiksa. Ini yang jelas-jelas terjadi kericuhan karena mengizinkan tidak ditangkap. Buktikan kalau memang Kapolda Metro tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum dan aturan,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya