Para pekerja kargo di British Airways akan melakukan aksi mogok selama sembilan hari yang akan dimulai pada Jumat (25/12) waktu setempat hingga 2 Januari mendatang. Para pekerja tak terima dengan adanya pemotongan gaji yang dilakukan perusahaan karena terpengaruh wabah virus corona jenis baru.
Aksi mogok itu dikonfirmasi oleh juru bicara Serikat Pekerja Unite dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/12) waktu setempat.
“Sekitar 850 pekerja akan mogok, mempengaruhi transportasi makanan segar dan barang-barang lain yang diterbangkan oleh IAG Cargo,†kata pernyataan itu, seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/12). IAG sendiri adalah grup induk dari British Airlines.
Unite mengatakan, staf kargo British Airlines, yang sebagian besar berbasis di Bandara Heathrow London, menghadapi pemotongan pembayaran hingga 25 persen, atau ribuan pound per pekerja.
Unite mengatakan, staf kargo British Airlines, yang sebagian besar berbasis di Bandara Heathrow London, menghadapi pemotongan pembayaran hingga 25 persen, atau ribuan pound per pekerja.
“Pemogokan sembilan hari akan menyebabkan gangguan parah pada kemampuan perusahaan untuk membawa barang ke Inggris,†kata pernyataan Unite.
“Pemogokan tersebut berpotensi menyebabkan gangguan lebih lanjut pada maskapai penerbangan karena importir telah mencari cara alternatif untuk membawa barang ke Inggris, dalam upaya untuk menghindari kekacauan dan gangguan yang saat ini terjadi di pelabuhan negara itu,†tambahnya.
Pihak British Airlines membantah klaim Unite tentang permasalahan gaji dan mendesak serikat untuk membantu menyelesaikan situasi melalui dialog.
“Tawaran kami akan membuat hampir setengah dari gaji pekerja kargo naik, dengan tidak ada orang lain yang mengambil pemotongan gaji lebih dari 10 persen,†kata maskapai itu dalam pernyataan terpisah.
“Tindakan industri yang direncanakan oleh Unite ini tidak membantu siapa pun dan datang pada saat IAG Cargo mengangkut pasokan penting ke seluruh dunia dan industri penerbangan telah terpukul keras pada tahun 2020 oleh pandemi global,†tambahnya.
Bersamaan dengan itu, ribuan pengemudi truk Eropa telah tertahan di dekat pelabuhan lintas-Channel utama Dover di pantai selatan Inggris, sementara mereka menunggu untuk lulus tes Covid untuk kembali ke Prancis.
Kekacauan itu juga telah memicu penundaan dari daratan Eropa, meskipun jalur kereta api dan laut antara Inggris dan Prancis akan tetap dibuka selama Natal untuk membersihkan simpanan, kata Inggris pada hari Kamis.