Berita

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional, Zhang Yesui/Net

Dunia

China Jajaki Perjanjian Ekstradisi Dengan Turki, Fokus Pada Kejahatan Terorisme

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 06:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China tengah menjajaki perjanjian ekstradisi dengan Turki, para ahli meyakini hal ini akan mendorong kerja sama peradilan bilateral dan memfasilitasi penumpasan kejahatan transnasional, termasuk terorisme.

Kemajuan mengenai penjanjian tersebut dilaporkan oleh ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional, Zhang Yesui, pada pertemuan legislatif tertinggi hari Rabu (23/12) waktu setempat.

Li Wei, seorang ahli kontraterorisme di Institut Hubungan Internasional Kontemporer China di Beijing, mengatakan bahwa perjanjian itu menandakan kemajuan dalam kerja sama yudisial bilateral.


Menurut data yang dilaporkan Xhinhua, China saat ini memiliki 169 perjanjian ekstradisi dan undang-undang bantuan hukum dengan 81 negara dan wilayah. Para ahli mengatakan, negara-negara yang terlibat akan membahas dan mencapai kesepakatan tentang situasi apa yang berlaku untuk perjanjian ekstradisi. Mereka juga mencatat perjanjian ekstradisi China-Turki kemungkinan akan fokus pada kontra-terorisme, mengingat situasi geopolitik Turki.

“Teroris akan terhalang karena mereka tidak bisa lagi melakukan kejahatan di satu negara dan melarikan diri ke negara lain,” kata Li.

“Perjanjian China-Turki tidak hanya akan membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah China, tetapi juga memfasilitasi tindakan kontra-terorisme di wilayah yang membentang dari perbatasan barat laut China,” ungkapnya.

China dan Turki sudah memiliki perjanjian bantuan yudisial. China sendiri telah menandatangani perjanjian ekstradisi serupa dengan negara-negara kawasan termasuk Pakistan dan Afghanistan, tetapi yang terakhir belum berlaku.

Beberapa media Barat menyerang perjanjian ekstradisi China dengan Turki dan negara-negara regional lainnya sebagai langkah untuk memaksa negara-negara tersebut agar mendeportasi Uighur yang melarikan diri dari China, yang merupakan fitnah dari kerja sama hukum internasional yang normal, kata para ahli.

“Barat mencoba untuk memberikan kesan kepada penonton bahwa China menargetkan Uighur, khususnya ketika perjanjian itu sebenarnya ditujukan pada penjahat tanpa memandang etnis mereka,” kata Li.

Para pengamat juga menekankan bahwa China dan Turki memiliki cakupan wilayah yang luas untuk bekerja sama , dan hubungan bilateral tidak akan diracuni oleh hasutan Barat.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya