Berita

Ketua Umum DPP FOKSI Muhammad Natsir Sahib/RMOL

Politik

Apresiasi Bareskrim Tangani Kematian 6 Laskar FPI, FOKSI: Polri Tidak Boleh Tebang Pilih

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 17:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kerja penegakan hukum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dalam menangani kasus kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) mendapat apresiasi.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang transparan dalam melakukan investigasi terkait meninggalnya enam laskar khusus FPI.

Menurut Natsir, Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo telah melakukan langkah cepat dengan menyampaikan kepada publik bahwa kepolisian akan transparan dan terbuka dengan adanya fakta-fakta baru terkait kematian enam laskar FPI.


Keterbukaan Kabareskrim, dikatakan Natsir, menunjukkan Polri tetap menjalankan fungsinya sebagai alat keamanan dan pelayan masyarakat.

Publik juga akan melihat aparat kepolisian benar-benar dapat berdiri di atas semua golongan.

"Pernyataan Kabareskrim bahwa pengusutan kasus akan transparan sangat penting dan harus didukung penuh sehingga dapat menjawab berbagai tuduhan kepada institusi kepolisian yang saat ini beredar di tengah masyarakat," ungkap Cak Natsir, Rabu (23/12).

Terkait kegaduhan yang terjadi belakangan ini, Natsir mengimbau seluruh elite politik dan masyarakat bersama-sama mengawal proses penyelidikan yang saat ini dilakukan Bareksrim Polri.

"Kami juga meminta pimpinan Polri untuk menindak tegas oknum anggota kepolisian jika ada yang terbukti melanggar SOP saat menjalankan tugas," tegasnya.

Natsir juga mengingatkan pada seluruh organisasi masyarakat agar mematuhi segala peraturan undang undang yang berlaku di Indonesia.

"Tidak ada satupun orang dan ormas yang kebal hukum. Kami meminta Polri untuk tidak tebang pilih dan harus selalu menegakkan hukum jika ada orang atau kelompok yang membuat keonaran," pungkasnya.

Sejak 10 Desember lalu Kabareskri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengambil alih kasus kematian 6 laskar FPI. Salah satu alasannya adalah karena tempat kejadian perkara berada di Karawang Barat, Jawa Barat.

Selain itu, pengambil alihan itu untuk menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam penyelidikan kasus yang melibatkan beberapa laskar FPI dan petugas Kepolisian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya