Berita

Aktivis wanita berstatus pembangkang negara asal Pakistan Karima Mehrab Baloch/Net

Dunia

Pernah Jadi Wanita Inspiratif 2016 Versi Media Inggris, Aktivis Asal Pakistan Tewas Di Kanada

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 15:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang aktivis wanita berstatus pembangkang negara asal Pakistan Karima Mehrab Baloch yang belakangan tinggal di Toronto Kanada ditemukan tewas oleh pihak kepolisian setempat pada Senin (21/12) waktu setempat.

Menurut laporan pihak kepolisian, mayat perempuan berusia 37 tahun itu ditemukan pada Senin malam.

Lateef Johar Baloch, seorang aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa polisi belum mengungkap motif atau penyebab kematian Karima.


"Saya bersama keluarganya (dan) saya berada di sana ketika polisi mendatangi kami dan memastikan bahwa mereka menemukan tubuhnya," kata Lateef Baloch kepada Al Jazeera melalui telepon.

"Sudah dipastikan bahwa dia sudah mati, dan tubuhnya ditemukan di dalam air dekat Toronto."

Seorang juru bicara polisi Toronto membenarkan hal itu dan mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki penyebab pasti kematian Karima.

"Saat ini sedang diselidiki sebagai kematian non-kriminal dan diyakini tidak ada keadaan yang mencurigakan," kata Caroline de Kloet, humas kepolisian setempat.

Karima sebelumnya dilaporkan hilang oleh polisi Toronto, dan terakhir terlihat sekitar pukul 3 sore waktu setempat pada hari Minggu di Bay Street dan daerah Queens Quay West, menurut pernyataan polisi.

Kelompok hak asasi manusia dan aktivis hak Pakistan, terutama mereka yang tinggal dengan status suaka di negara asing, telah menyerukan penyelidikan menyeluruh atas kematiannya, menuduh hal itu dilakukan oleh aktor negara.

Karima adalah seorang aktivis hak etnis Baloch terkemuka. Dia memimpin faksi Azad Organisasi Mahasiswa Baloch (BSO-A), sebuah organisasi di garis depan gerakan politik yang menyerukan kemerdekaan wilayah etnis Baloch Pakistan dan mendokumentasikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di sana.

"Aktivis Baloch, terutama yang menyerukan kemerdekaan, telah bertahun-tahun menjadi sasaran kampanye penghilangan paksa dan pembunuhan di luar hukum yang terdokumentasi dan berkelanjutan," kata kelompok hak asasi lokal dan internasional.

Terletak di barat daya Pakistan, Balochistan adalah provinsi terbesar tetapi paling sedikit penduduknya dibanding wilayah lain di negara itu. Wilayah tersebut dikenal kaya akan mineral dan sumber daya lainnya.

Kelompok hak asasi Baloch telah lama mengecam apa yang mereka sebut sebagai kebijakan ekstraktif Pakistan terhadap wilayah tersebut. Mereka menuding pemerintah membiarkan penduduknya tertinggal secara ekonomi, sementara terus mengeruk hasil tambang di wilayah tersebut.

Selama lebih dari satu dekade, kelompok etnis Baloch bersenjata juga telah berperang melawan pasukan keamanan Pakistan, menewaskan banyak pasukan keamanan dan warga sipil Pakistan dalam serangan yang mereka katakan ditujukan untuk mencapai kemerdekaan.

Militer Pakistan secara rutin membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, dengan mengatakan sebagian besar "orang hilang" di kawasan itu adalah anggota kelompok bersenjata yang meninggalkan rumah mereka secara sukarela.

Karima adalah salah satu aktivis yang bersuara lantang menyerukan keadilan bagi para aktivis politik yang diduga diculik atau dibunuh oleh dinas intelijen Pakistan. Dia mengambil alih kepemimpinan BSO-A setelah kepala sebelumnya, Zahid Baloch menghilang pada 2014.

Pada 2016, BBC menobatkannya sebagai salah satu dari 100 "wanita inspiratif dan berpengaruh" untuk tahun itu, mengutip aktivismenya.

Menghadapi ancaman terhadap hidupnya, dia akhirnya melarikan diri ke Kanada dan diberikan suaka politik permanen pada tahun 2017.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya