Berita

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas/Net

Dunia

Tak Setuju Dengan Yunani, Jerman Khawatir Embargo Senjata Turki Bisa Merugikannya

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 13:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman tampaknya tidak sepakat dengan Yunani dan beberapa negara Uni Eropa lainnya terkait pemberlakuan embargo senjata pada Turki.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada Selasa (22/12) menyebut pihaknya tidak akan mengindahkan permintaan dari Athena tersebut.

"Kami terus percaya bahwa ada solusi untuk konflik tersebut dan bahwa kami tidak harus secara permanen menghapus mitra NATO dari kerja sama senjata," kata Maas, sembari menyebut embargo senjata adalah strategi yang tidak tepat.


Jerman sendiri diketahui memiliki kontrak untuk mengirim enam kapal selam ke Turki, sehingga embargo senjata akan merugikannya.

Embargo senjata Turki merupakan pilihan yang dipertimbangkan oleh negara-negara Uni Eropa untuk menghukum Ankara atas tindakan agresifnya di Mediterania Timur dengan mengirim kapal observasi Orus Reic ke wilayah sengketa.

Menurut Yunani, embargo senjata diperlukan karena dikhawatirkan terjadi eskalasi di perairan yang diperebutkan keduanya.

Di luar Prancis, Yunani, dan Siprus, para pemimpin Eropa sebagian besar menolak permintaan embargo senjata dan mengambil posisi yang lebih lunak dengan harapan dapat membuka ruang untuk dialog yang konstruktif.

"Saya memahami masalah keuangan, tetapi saya yakin Jerman juga memahami kontradiksi yang sangat besar dari penyediaan senjata ofensif ke negara yang mengancam perdamaian dan stabilitas dua negara Uni Eropa. Ini adalah definisi dari kata kontradiksi," ujar Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias kepada Politico bulan lalu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya