Berita

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair/Net

Dunia

Virus Corona Bermutasi, Tony Blair Desak Inggris Percepat Vaksinasi Massal

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 10:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penemuan jenis baru virus corona yang sangat menular di Inggris membuat mantan perdana menteri Inggris Tony Blair mendesak pemerintah untuk segera melakukan vaksinasi secara massal.

Blair mengatakan, pemerintah harus mengubah rencananya dengan tidak hanya memberikan vaksin pada kelompok paling rentan, tapi juga sebanyak mungkin warga Inggris.

Desakan itu disampaikan Blair dalam sebuah tulisannya yang diunggah di The Independent pada Selasa (22/12).


Blair berhasap vaksinasi massal untuk seluruh warga Inggris dapat dilakukan pada musim panas tahun depan, sebelum kerusakan terjadi.

"Kita tidak bisa memberantas virus ini, kita harus hidup dengannya," kata Blair.

"(Virus) itu akan bersama kita mungkin selama beberapa tahun. Mungkin berubah menjadi seperti flu, jadi penyesuaian adalah cara untuk memberantasnya," lanjutnya.

Virus corona jenis baru yang diidentifikasi di Inggris diyakini 70 persen lebih menular daripada yang asli.

Sementara itu, sejauh ini, Inggris baru menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech.

Blair juga mendesak para regulator untuk mempercepat persetujuan penggunaan vaksin lain, termasuk yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Ia pun meminta pemerintah untuk tidak menahan setengah vaksin yang sudah tersedia untuk dosis kedua dengan segera menyuntikannya pada warga.

Vaksin Covid-19 sendiri harus disuntikan dua kali untuk mendapatkan hasil yang efektif. Dalam hal ini, pemerintah Inggris menahan setengah jumlah dosis vaksin yang tersedia untuk dosis kedua.  

"Kita harus mempertimbangkan untuk menggunakan semua dosis yang tersedia di bulan Januari sebagai dosis pertama, yaitu tidak menahan setengah untuk dosis kedua. Kemudian, karena lebih banyak produksi yang diluncurkan, kita akan memiliki cukup untuk dosis kedua," jelas Blair.

"Tiga puluh juta vaksin Johnson&Johnson, yang merupakan vaksin satu dosis, juga harus bersama kita pada akhir Januari. Kita harus menargetkan untuk menggunakan semuanya pada bulan Februari," tambahnya.

Jika mengacu pada strategi Blair, maka Inggris dapat melakukan vaksinasi pada seperempat populasi atau 15 juta orang. Saat ini, Inggris sudah melakukan vaksinasi dosis pertama vaksin Pfizer pada setidaknya 108 ribu orang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya