Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Google Dan Microsoft Gabung Bersama Facebook Keroyok Perusahaan Peretas Israel

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua raksasa teknologi, Microsoft dan Google, bergabung bersama Facebook untuk mengajukan amicus brief di pengadilan federal, sebagai bagian dari upaya untuk melawan perusahaan peretas Israel NSO, Senin (21/12) waktu setempat.

Laporan yang diajukan ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kesembilan tersebut, membuka front baru dalam gugatan Facebook terhadap NSO, yang diajukan tahun lalu setelah terungkap bahwa perusahaan pengawasan dunia maya telah mengeksploitasi bug dalam program pesan instan milik Facebook, WhatsApp, untuk membantu mengawasi lebih dari 1.400 orang di seluruh dunia.

Sementara NSO berpendapat bahwa mereka seharusnya mendapat keuntungan dari 'kekebalan kedaulatan' - sebuah doktrin hukum yang secara umum melindungi pemerintah asing dari tuntutan hukum - karena menjual alat pembobol digital kepada polisi dan agen mata-mata. Namun, NSO kalah dalam argumen itu di Distrik Utara California pada bulan Juli dan sejak itu mengajukan banding ke Sirkuit Kesembilan agar putusan itu dibatalkan.


Microsoft, Google milik Alphabet, Cisco, VMWare milik Dell Technologies dan Asosiasi Internet yang berbasis di Washington bergabung dengan Facebook untuk membantah hal itu, mengatakan bahwa pemberian kekebalan soverign kepada NSO akan menyebabkan proliferasi teknologi peretasan dan "lebih banyak pemerintah asing dengan alat pengawasan dunia maya yang kuat dan berbahaya."

"Hal itu pada gilirannya berarti secara dramatis lebih banyak kesempatan bagi alat-alat itu untuk jatuh ke tangan yang salah dan digunakan secara jahat," ungkap uraian singkat tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/12).

NSO berpendapat bahwa produknya justru digunakan untuk memerangi kejahatan. Namun sebaliknya, pembela hak asasi manusia dan ahli teknologi di tempat-tempat seperti Lab Warga yang berbasis di Toronto dan Amnesty International yang berbasis di London telah mendokumentasikan kasus-kasus di mana teknologi NSO telah digunakan untuk menargetkan wartawan, pengacara, dan bahkan ahli gizi yang melobi pajak soda.

Bahkan, secara terang-terangan Citizen Lab menerbitkan sebuah laporan pada hari Minggu (20/12) yang menyatakan bahwa teknologi peretasan telepon NSO telah digunakan untuk meretas tiga lusin telepon milik jurnalis, produser, pembawa berita, dan eksekutif Al Jazeera yang berbasis di Qatar serta perangkat milik seorang reporter Al Araby yang berbasis di London.

Spyware NSO juga dikaitkan dengan pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi, yang dibunuh dan dimutilasi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2018. Teman Khashoggi, seorang vlogger pembangkang Omar Abdulaziz, telah lama berpendapat bahwa pemerintah Saudi memiliki kemampuan untuk melihat pesan WhatsApp mereka yang menyebabkan kematiannya.

Klaim itu telah dibantah oleh NSO, tetapi sejauh ini mereka menolak berkomentar apakah teknologinya digunakan untuk memata-matai orang lain di lingkarannya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya