Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Ahli: Hati-hati, Virus Corona Jenis Baru Lebih Mampu Menginfeksi Anak-anak

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 13:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Munculnya varian baru virus corona cukup menimbulkan kekhawatiran di kalangan, termasuk para ilmuwan.

Mereka mengatakan virus corona jenis baru yang menyebar dengan cepat di Inggris, membawa mutasi yang dapat menyebabkan anak-anak rentan tertular virus tersebut seperti orang dewasa - tidak seperti jenis sebelumnya.

Dalam pengarahan kepada wartawan tentang temuan terbaru, para ilmuwan dari Kelompok Penasihat Ancaman Virus Pernapasan Baru dan Berkembang (NERVTAG), yang bertugas melacak varian tersebut mengatakan bahwa virus itu dengan cepat menjadi strain dominan di selatan Inggris, dan dapat segera melakukan hal yang sama di seluruh negeri.


“Kami sekarang memiliki keyakinan tinggi bahwa varian ini memang memiliki keunggulan penularan dibandingkan varian virus lain yang saat ini ada di Inggris,” kata Peter Horby, profesor penyakit menular yang muncul di Universitas Oxford dan ketua NERVTAG, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/12).

“Ada petunjuk bahwa ia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak,” kata Neil Ferguson, seorang profesor dan ahli epidemiologi penyakit menular di Imperial College London dan juga anggota NERVTAG.

"Kami belum menetapkan kausalitas apa pun tentang itu, tetapi kami dapat melihatnya di data," kata Ferguson

"Kami perlu mengumpulkan lebih banyak data untuk melihat bagaimana perilakunya di masa mendatang," lanjutnya.

Munculnya varian SARS-CoV-2 yang bermutasi, yang menurut para ilmuwan, hingga 70 persen lebih dapat ditularkan daripada strain sebelumnya di Inggris, telah mendorong beberapa negara untuk menutup perbatasan mereka dengan Inggris dan mendorong sebagian besar wilayah negara itu ke dalam pembatasan yang ketat selama periode Natal.

Wendy Barclay, profesor NERVTAG lainnya dan spesialis virologi di Imperial, mengatakan bahwa di antara mutasi pada varian baru adalah perubahan pada cara ia memasuki sel manusia, yang mungkin berarti "bahwa anak-anak, mungkin, sama-sama rentan terhadap virus ini saat dewasa."

“Oleh karena itu, dengan pola pencampuran mereka, Anda akan melihat lebih banyak anak yang terinfeksi,” ungkap Barclay.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya