Berita

Para pekerja berjalan melewati pagar pembatas yang secara resmi dikenal sebagai pusat pendidikan keterampilan kejuruan di Dabancheng/Net

Dunia

Uighur: Isu Kerja Paksa Dan RUU Baru

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 13:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Isu soal Uighur tak pernah berhenti walau sejauh ini China mengatakan keadaan mereka baik-baik saja. Laporan SBS menyebutkan bahwa sejak 2017, lebih dari satu juta orang Uighur diperkirakan telah dikurung di kamp-kamp interniran di Xinjiang.

Pemerintah China sendiri mengatakan bahwa kamp-kamp ini bersifat 'sukarela' dan digunakan untuk melawan ekstremisme.

SBS juga melaporkan bahwa ada bukti yang menunjukkan bahwa orang Uighur dipindahkan ke pabrik kerja paksa.


Pusat penelitian Center for Global Policy yang berbasis di Washington, pada pekan lalu mengatakan dokumen pemerintah China dan laporan media menunjukkan setidaknya 570 ribu orang di tiga wilayah Xinjiang dikirim untuk memetik kapas di bawah program kerja paksa yang menargetkan kelompok etnis minoritas.

Di Canberra, senator independen Rex Patrick baru-baru ini memperkenalkan RUU baru ke parlemen federal yang bertujuan untuk menghentikan jalur pasokan barang yang dibuat di  Xinjiang ke Australia.

“Produk apa pun yang berasal dari Xinjiang akan dihentikan di perbatasan. Tidak akan diizinkan untuk mendarat di sini di Australia,” katanya kepada SBS News, Selasa (22/12).

Australia memperkenalkan undang-undang yang berfokus pada pemberantasan perbudakan modern pada akhir 2018 tetapi Senator Patrick mengatakan itu belum cukup.

"Undang-undang perbudakan modern berurusan dengan perusahaan yang memiliki omset lebih dari 100 juta, tetapi RUU ini berusaha untuk menghentikan perusahaan mana pun, tidak peduli berapa banyak omset yang dimilikinya, dari mengimpor bahan dari Xinjiang," katanya.    

Senat telah merujuk RUU itu ke Komite Legislasi Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan untuk penyelidikan dan pengajuan akan dibuka hingga Februari 2021.

Eldana Abbas dari Asosiasi Wanita Uyghur Tangritah Australia, sebuah organisasi yang mewakili perempuan dan pemuda Uighur dan Turki di Australia, mengatakan komunitas Uighur setempat percaya bahwa pengesahan RUU itu ke parlemen adalah "langkah maju yang besar".

“Ini pertama kalinya RUU semacam ini diperkenalkan di Australia. Cukup mengasyikkan, kami sangat berharap ini menjadi undang-undang di Australia,” ujarnya.

"Kerja paksa seharusnya tidak ada dalam bentuk apa pun di abad ke-21."

China membantah keras tuduhan kerja paksa yang melibatkan orang Uighur di Xinjiang.

Dikatakan program pelatihan dan skema kerja telah membantu memberantas ekstremisme di wilayah tersebut dan bahwa semua kelompok etnis di Xinjiang bebas untuk memilih pekerjaan mereka.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya