Presiden Siprus Turki, Ersin Tatar/Net
Presiden Siprus Turki, Ersin Tatar/Net
“Orang-orang kami dikubur hidup-hidup di kuburan massal, anak-anak kami dibantai di kamar mandi, 103 desa dipaksa untuk pindah, dan orang-orang kami dijatuhi hukuman untuk tinggal di ghetto kecil di bawah pengepungan," ujarnya, dalam pernyataan yang diterbitkan di laman resmi Kantor Informasi Publik TRNC.
Selama pembantaian itu, rakyat Siprus Turki tidak pernah tunduk dan menyerah kepada pasukan Siprus Yunani. "Rakyat kami telah kemerdekaannya saat ini. Kebebasan dan kemerdekaan di bawah jaminan Turki dengan perlawanan dan perjuangan ini," ujar Tatar.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21