Berita

Presiden Siprus Turki, Ersin Tatar/Net

Dunia

Presiden Siprus Turki Mengeluarkan Pesan Pada Peringatan Natal Berdarah

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Siprus Turki, Ersin Tatar, mengenang peristiwa berdarah pada 57 tahun lalu. Dalam pidatonya pada Senin (21/12), Tatar mengatakan bahwa serangan pada 21 Desember 1963 itu adalah upaya untuk menghancurkan orang-orang Siprus Turki sejalan dengan Rencana Akritas dan dengan tujuan menjadikan Siprus sebagai Pulau Helenistik.

“Orang-orang kami dikubur hidup-hidup di kuburan massal, anak-anak kami dibantai di kamar mandi, 103 desa dipaksa untuk pindah, dan orang-orang kami dijatuhi hukuman untuk tinggal di ghetto kecil di bawah pengepungan," ujarnya, dalam pernyataan yang diterbitkan di laman resmi Kantor Informasi Publik TRNC.

Selama pembantaian itu, rakyat Siprus Turki tidak pernah tunduk dan menyerah kepada pasukan Siprus Yunani. "Rakyat kami telah kemerdekaannya saat ini. Kebebasan dan kemerdekaan di bawah jaminan Turki dengan perlawanan dan perjuangan ini," ujar Tatar.


Konflik bersenjata dipicu pada 21 Desember 1963, periode yang dikenang oleh warga Siprus Turki sebagai  Natal Berdarah.

Tatar pun menyampaikan rasa hormat dan penghargaannya kepada para martir dan veteran. Tatar menyatakan bahwa mentalitas Siprus Yunani tidak berubah dan terus berlanjut sejak 1963.

“Kami sekali lagi menyebutkan di hadapan para martir bahwa kami tidak akan menyerah dari kedaulatan kami, kebebasan, kemerdekaan, jaminan Turki dan kehadiran pasukan Turki.

Kami akan melanjutkan perjuangan dan perlawanan kami dengan berpacu pada sejarah kami, Tanah Air Turki dan para martir kami. Tentu saja, kami menginginkan kesepakatan. Tetapi perjanjian ini harus didasarkan pada dua negara berdaulat yang terpisah," lanjutnya.

Tatar mengingatkan agar semua orang menatap masa depan dengan tetap berpegang pada sejarah. Ia mengimbau agar rakyatnya bersama-sama melindungi Siprus Turki dari bahaya di masa depan.

"Saya menyapa para veteran kami dengan rasa hormat dan belas kasihan dengan perasaan dan pemikiran ini, dan memperingati terutama pemimpin Siprus Turki Dr. Fazıl Küçük, Presiden Pendiri Rauf Raif DenktaÅŸ dan para martir kami sekali lagi,”  katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya