Berita

Tahanan/Net

Dunia

Penelitian: Satu Dari Lima Tahanan Di AS Positif Covid-19

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 14:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penjara tidak luput dari penyebaran Covid-19 di Amerika Serikat (AS). Setidaknya satu dari lima tahanan di sana dilaporkan telah terinfeksi virus corona.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Associated Press dan Marshall Project menunjukkan, 20 persen atau 275 ribu dari total tahanan di AS telah terpapar virus.

Untuk pekan ini, jumlah tes positif Covid-19 mencapai titik tertinggi sejak musim semi, melampaui rekor pada April dan Agustus.


Menurut penuturan mantan kepala petugas medis penjara Pulau Rikers di New York City, Homer Venters, jumlah kasus di penjara yang dilaporkan saat ini jauh lebih rendah dari kenyataannya. Pasalnya sebagian besar penjara tidak menyediakan layanan tes Covid-19 reguler.

Selain itu, Venters menyebut, banyak tahanan yang tidak menerima perawatan medis yang sesuai.

"Saya masih menjumpai penjara di mana, ketika orang sakit, mereka tidak hanya tidak diuji tetapi mereka juga tidak menerima perawatan. Jadi mereka jauh lebih sakit daripada yang seharusnya," ujar Venters, seperti dikutip Sputnik, Senin (21/12).

Data menunjukkan, tingkat infeksi di penjara empat kali lebih tinggi daripada di populasi umum, mengingat tidak adanya jarak sosial di balik jeruji besi.

Venters juga menyoroti tidak adanya kesempatan bagi tahanan untuk mendapatkan suntikan vaksin pertama, meski beberapa tahanan yang terjerat hukum juga tidak melakukan kejahatan apa pun.

Saat ini, hanya tujuh negara bagian yang memasukkan tahanan dalam kelompok prioritas, bersama dengan tahanan lain yang tinggal di panti jompo dan fasilitas perawatan jangka panjang.

Sementara itu, 19 negara bagian memasukkan tahanan dalam gelombang kedua vaksinasi.

Data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan, AS masih menjadi negara dengan tingkat infeksi dan kematian akibat Covid-19 tertinggi dunia.

Sejauh ini AS sudah mengonfirmasi lebih dari 17 juta kasus Covid-19 dengan setidaknya 315 ribu kematian.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya