Berita

Yusril Ihza Mahendra dan Afriansyah Noor/Net

Politik

Yusril Ihza Tidak Relevan Jadi Wamen, Posisi Itu Bisa Dialihkan Ke Afriansyah Noor

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 10:27 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Semenjak pengangkatan menteri sampai staf khusus, Presiden Joko Widodo sudah memberikan kursi kepada seluruh kader partai pendukung, kecuali Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hanura.

Padahal pihak Istana melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo bakal mengakomodir PBB untuk menempati posisi di pemerintahan lima tahun ke depan.

Joko Widodo yang berpasangan dengan Maruf Amin didukung oleh sepuluh partai, baik yang kini mendapat suara di DPR maupun tidak.


Partai yang mendukung Joko Widodo-Maruf Amin antara lain, PDIP, Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, PPP, Partai Hanura, PBB, PSI, Perindo, serta PKPI.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, penangkapan kedua menteri di Kabinet Indonesia Maju menjadi momentum untuk mengevaluasi kabinet.

Dia menambahkan, masih ada partai koalisi yang belum duduk di pemerintahan, salah satunya PBB.

"PBB kan ada sosok besar, Prof. Yusril Ihza Mahendra. Tapi tentu tidak relevan untuk menempatkan Bang Yusril di posisi Wamen (Wakil Menteri), apalagi dia sempat jadi Menteri Sekretaris Negara. Bisa dialihkan juga jabatan Wamen ke Bang Afriansyah Noor (Sekjen PBB)," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (21/12)

Dia mengatakan, kader partai Islam seperti PBB layak untuk menjadi tim kabinet karena disamping manfaat profesionalnya, juga untuk menjaga gawang dan mengawal isu-isu keumatan yang lemah di pemerintahan saat ini.

"PBB bisa menjadi kekuatan signifikan dan salah satu penentu arah kekuatan politik bangsa. PBB akan menjadi kekuatan politik Islam moderat yang mengedepankan nilai-nilai kejuangan dan kebangsaan,” ujarnya.

Menurut Ujang, ada kemungkinan reshuffle terjadi selain di dua pos kementerian yang menterinya tersangkut kasus korupsi.

Ujang menilai reshuffle juga dimungkinkan terjadi di pos kementerian lain yang dianggap tak optimal kinerjanya oleh Presiden Joko Widodo.

"Momentum awal tahun ini tepat, karena menteri baru bisa mulai bekerja di awal tahun dengan APBN tahun anggaran baru. Dengan demikian menteri bisa mengikuti perjalanan penggunaan anggaran di tahun anggaran berjalan," katanya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya