Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

80 Siswa Yang Diculik Dalam Aksi Terbaru Bandit Bersenjata Berhasil Diselamatkan

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 80 siswa berhasil diselamatkan aparat kepolisian di barat laut Nigeria. Siswa-siswa itu diculik pada Sabtu oleh sebuah kelompok bersenjata saat kembali dari perayaan tahunan Maulud di Desa Mahuta di barat laut Negara Bagian Katsina.

Juru bicara kepolisian negara bagian Gambo Isah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa petugas keamanan pada Sabtu malam menyelamatkan 80 murid yang diculik dari Hizburrahim Islamiyya, sebuah sekolah Islam di Mahuta, yang terletak di daerah Dandume di negara bagian itu.

Mereka diculik oleh sekelompok pria bersenjata dalam perjalanan kembali dari acara yang dirayakan di kota terdekat pada hari Sabtu, kata Isah. Penculik menyapa rombongan siswa itu dan mencoba membawa mereka ke hutan.


Petugas keamanan menyelamatkan semua siswa yang diculik dan empat orang lainnya yang sebelumnya ditahan oleh orang-orang bersenjata dari desa Danbaure, dekat daerah Funtua negara bagian itu, kata Isah. Duel senjata petugas dengan para penculik berlangsung cukup sengit saat upaya penyelamatan.

"Tim keamanan berhasil mengusir para bandit, lalu mengerahkan regu pencarian untuk menyisir seluruh area. Mereka mencari kemungkinan ada bandit terluka atau tewas," kata Isah, seperti dikutip dari AP, Minggu (20/12).

Penculik baru-baru ini menargetkan sekolah-sekolah di bagian utara Nigeria, menyebabkan kekhawatiran tentang keamanan lembaga pembelajaran di negara Afrika yang paling padat penduduknya.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah lebih dari 300 anak sekolah diselamatkan oleh pasukan militer setelah diculik oleh teroris Boko Haram di Negara Bagian Katsina.

Pada 11 Desember, lebih dari 300 siswa diculik di daerah Kankara di negara bagian Katsina. Siswa-siswa itu akhirnya berhasil dibebaskan pada Kamis malam pekan lalu, setelah menghabiskan enam hari di sarang penculik di dalam hutan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya