Berita

Tangkapan layar wawancara Nur Sugik dan Refly Harun di YouTube/Repro

Hukum

Video Dugaan Ujaran Kebencian Nur Sugik Kepada NU Masih Beredar Di Media Sosial

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 15:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Video berisi dugaan ujaran kebencian oleh Nur Sugik atau biasa disapa Gus Nur yang ada di Channel YouTube Refly Harun dan Munjiat Channel milik Nur Sugik masih beredar luas di media sosial meski kasusnya sudah berjalan hampir dua bulan.

Hal ini pun menimbulkan tanda tanya soal implementasi Pasal UU ITE berkaitan barang bukti ujaran kebencian yang dilakukan oleh pelaku harus dihapus atau boleh tetap dipertahankan.

Merujuk pasal yang disangkakan kepada Nur Sugik, yaitu Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) UU 19/2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP, bukan tidak mungkin pihak-pihak yang masih menyimpan dokumentasi pelanggaran hukum bisa turut terjerat.


Berkenaan dengan kelanjutan perkara Gus Nur, pihak kepolisian mengaku masih menunggu kelengkapan hasil penyelidikan.

“Nanti kami sampaikan kejelasannya jika sudah lengkap hasilnya,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (20/12).

Dalam kesempatan sebelumnya, Brigjen Awi Setiyono saat masih menjabat Karopenmas Mabes Polri menyebut penyidik hanya tinggal melengkapi berkas perkara dengan keterangan saksi ahli digital forensik untuk kemudian dikirim ke Kejaksaan.

Penyidik Bareskrim Polri juga sudah memanggil Refly Harun yang turut ada dalam video wawancara bersama Nur Sugik untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dijelaskan Refly, pembuatan konten wawancara tersebut adalah ide Nur Sugik.

"Saya ditelepon tanggal 12 Oktober oleh Gus Nur untuk ngajak yang namanya kolaborasi," kata Refly beberapa waktu lalu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya