Berita

Surat yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump kepada Dewan Keamanan PBB terkait proklamasi kedaulatan Maroko atas Sahara Barat/Repro

Dunia

Surat Amerika Untuk Proklamasikan Kedaulatan Maroko Atas Sahara Maroko

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 17:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) perihal pengakuan kedaulatan Maroko atas Sahara Barat atau Sahara Maroko.

Surat itu disampaikan oleh Perwakilan AS untuk PBB Kelly Craft yang ditujukan kepada Presiden DK PBB Jerry Matthews Matjila dan diketahui oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Surat tertanggal 15 Desember yang didapatkan oleh Kantor Berita Politik RMOL menyebutkan Trump sudah mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Maroko pada 10 Desember.


"Proposal otonomi Maroko adalah satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng atas sengketa wilayah Sahara Maroko," demikian isi surat tersebut.

Setelah menerima surat tersebut, Matjila sendiri meneruskannya kepada anggota-anggota DK PBB. Ia juga menyebut, surat tersebut akan diarsipkan oleh DK PBB dengan simbol S/2020/1210.

Surat itu juga disertai oleh lampiran berjudul "Proclamation on Recognizing The Sovereignty Of The Kingdom Of Morocco Over The Western Sahara" pada 10 Desember.

"Amerika Serikat menegaskan, seperti yang dinyatakan oleh Administrasi sebelumnya, dukungan untuk proposal otonomi Maroko merupakan satu-satunya dasar solusi yang adil dan abadi atas sengketa Sahara Barat (Sahara Maroko). Oleh karena itu, mulai hari ini, Amerika Serikat mengakui kedaulatan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Maroko dan menegaskan kembali dukungan untuk otonomi Maroko yang serius, kredibel, dan realistik sebagai satu-satunya solusi yang adil dan abadi atas sengketa Sahara Maroko.

Amerika Serikat percaya bahwa Negara Sahrawi yang merdeka bukanlah pilihan yang realistis untuk menyelesaikan konflik dan otonomi yang sejati di bawah kedaulatan Maroko adalah satu-satunya solusi yang layak. Kami mendesak para pihak untuk terlibat dalam diskusi tanpa penundaan, menggunakan rencana otonomi Maroko sebagai satu-satunya kerangka kerja untuk mensosialisasikan solusi yang dapat diterima bersama.

Untuk memfasilitasi tujuan ini, Amerika Serikat akan mendorong pembangunan ekonomi dan sosial dengan Maroko, termasuk di wilayah Sahara Maroko, dan untuk itu akan membuka konsulat di wilayah Sahara Maroko, di Dakhla, untuk mempromosikan peluang ekonomi dan bisnis bagi wilayah."

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya