Berita

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital BSD, dr. Jimmy Tandradynata, Sp. PD/RMOL

Kesehatan

Waspada! Angka Kematian Akibat Diabetes Lebih Tinggi Daripada Covid-19

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 16:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang menutup mata terhadap risiko penyakit lain yang juga memiliki tingkat bahaya yang sama atau bahkan lebih buruk.

Diabetes salah satu penyakit yang tidak jarang diabaikan. Padahal, jika mengacu pada data, penyakit tersebut lebih berbahaya dibanding Covid-19.

Mengutip data, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Eka Hospital BSD, dr. Jimmy Tandradynata, Sp. PD menyebut, angka kematian akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai pada akhir tahun lalu mencapai 1,6 juta jiwa.


"Angka ini sama dengan angka kematian akibat diabetes pada tahun 2016. Pada tahun 2019, angka kematian akibat diabetes dan komplikasinya itu adalah 4,2 juta jiwa," ungkap dr. Jimmy dalam Bincang Sehat yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Diabetes & Covid-19" pada Jumat (18/12).

"Jadi 4,2 juta jiwa versus 1,6 juta jiwa di seluruh dunia. Jadi pertanyaannya, siapa yang lebih berbahaya? Diabetes pun tidak kalah berbahayanya dibanding Covid-19," sambung dia.

Menurut dr. Jimmy, karena Covid-19 merupakan penyakit baru yang belum ditemukan obatnya, maka orang menjadi panik.

Tetapi sebaliknya, diabetes merupakan penyakit yang sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu. Obat dan cara pencegahannya pun sudah diketahui. Sayangnya, banyak orang yang tidak peduli.

Hal itu pun terbukti dengan angka. Ia menuturkan, 50 persen dari penderita diabetes di dunia tidak menyadari dirinya terkena penyakit tersebut.

Totalnya, pada 2019, terdapat 463 juta jiwa yang terkena diabetes di seluruh dunia. Sedangkan, sejak awal muncul, virus corona sudah menginfeksi 74 juta jiwa.

"Jadi orang tidak sadar diabetes ini bisa jadi sama atau bahkan lebih berbaaya dari Covid-19," tekan dia.

Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan banyak orang tinggal dan bekerja di rumah, risiko terkena diabetes pun, dikatakan dr. Jimmy menjadi lebih tinggi.

Kurangnya aktivitas fisik hingga mudah untuk memakan camilan manis membuat diabetes menjadi penyakit yang sangat mungkin diderita, bahkan oleh anak muda sekali pun.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Kemenkop Akselerasi Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:44

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:42

Polisi Gadungan Penganiaya Pegawai SPBU Dibekuk

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18

BPC HIPMI Rembang Dukung Program MBG Lewat Pembangunan SPPG

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:56

Posisi Strategis RI di Tengah Percaturan Geopolitik

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:55

Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21

Menkop Ajak Seluruh Pihak Kolaborasikan KDKMP dan PKH

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19

Setop Alfamart dan Indomaret Demi Bangkitnya Kopdes

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:52

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29

BNI Ingatkan Bahaya Modus Phishing Jelang Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:25

Selengkapnya