Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Bicara Di Konferensi Tahunan, Putin Sebut Trump Tidak Akan Tinggalkan Panggung Politik Dan AS Tidak Akan Punya Senjata Hipersonik

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 15:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Presiden Rusia Vladimir Putin meyakini bahwa Presiden Donald Trump tidak akan meninggalkan panggung politik pasca kekalahannya dalam pilpres AS 2020.

Dalam konferensi tahunan yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (17/12), Putin menjawab sejumlah pertanyaan yang sebelumnya telah dipilih dari jurnalis dan sejumlah anggota masyarakat.

Kebanyakan dari mereka, menanyakan pandangannya tentang hasil pilpres AS 2020, dan peran Trump di masa depan. Putin mengatakan bahwa Trump masih memiliki banyak pendukung yang loyal. "Hampir 50 persen penduduk AS memilihnya," ungkapnya.
"Dia memiliki basis dukungan yang cukup besar di Amerika Serikat, dan sejauh yang saya mengerti, dia tidak akan meninggalkan kehidupan politik negaranya," ujar Putin seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (18/12).

"Dia memiliki basis dukungan yang cukup besar di Amerika Serikat, dan sejauh yang saya mengerti, dia tidak akan meninggalkan kehidupan politik negaranya," ujar Putin seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (18/12).

Dalam kesempatan yang sama, Putin juga mengatakan bahwa sejumlah pihak memanfaatkan isu peretas Rusia untuk memperburuk hubungan kedua negara.

"Klaim campur tangan Moskow dalam proses pemilihan AS digunakan untuk memperburuk hubungan antara kedua negara kita, untuk mendelegitimasi kepresidenan presiden AS yang akan keluar," ungkapnya.

"Dan dengan cara ini, hubungan AS-Rusia dijadikan sandera bagi urusan dalam negeri Amerika. Saya pikir ini lebih buruk bagi orang Amerika sendiri," tambah Putin, meskipun dia tidak membahas laporan minggu ini tentang serangan peretasan yang didukung Rusia terhadap sejumlah institusi AS.

Presiden Rusia juga membalas dengan menuduh AS mencampuri urusan dalam negeri negaranya, merujuk pada penyelidikan aktivitas keuangan keluarganya.  

Sebuah laporan pekan lalu mengatakan bahwa mantan menantu Putin, Kirill Shamalov, telah meraup 380 juta dolar AS saham di perusahaan petrokimia terbesar Rusia hanya dengan 100 dolar AS.

"Itu Departemen Luar Negeri dan dinas keamanan AS, mereka adalah penulis sebenarnya," kata Putin, tanpa memberikan bukti.

Di momen yang sama, Putin juga membual tentang kemampuan militer Rusia, mengatakan bahwa meskipun AS memiliki senjata presisi tinggi tetapi mereka tidak memiliki senjata hipersonik.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya