Berita

Kapolres Merauke AKBP Untung Sangadji/RMOLPapua

Nusantara

Sekelompok Pemuda Ditetapkan Sebagai Tersangka Makar

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 05:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sekelompok pemuda di Merauke ditetapkan sebagai tersangka makar oleh Kepolisian Resor Merauke.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangadji ketika diwawancarai oleh awak media di kantor Bupati Merauke, Kamis (17/12).

AKBP Untung Sangadji mengatakan, sebelum menetapkan status tersangka, pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif kepada para tersangka.


Meski tak dijelaskan berapa orang yang jadi tersangka, ia menyebut pelaku sebelumnya sudah pernah diamankan usai ditemukan buku kuning berisi struktur organisasi untuk referendum dan tulisan provokatif mengarah makar di sekretariat pemuda. Namun saat itu, mereka dibebaskan dan hanya diberi peringatan.

“Kita sumbang makanan, kasih sembako dan tempat tidur yang layak. Alat masak seperti kompor dan lain-lain. Sebab kita lihat tempat tidur mereka sangat tidak manusiawi. Namun mereka menolak, baik secara institusi maupun secara pribadi," kata AKBP Untung Sangadji diberitakan Kantor Berita RMOLPapua.

Langkah persuasif yang dilakukan polisi ternyata tidak direspons dengan baik oleh para tersangka. Beberapa tulisan dan gambar properti bernuasa makar yang sebelumnya sudah dihapus kepolisian, ternyata kembali dibuat oleh mereka dengan ukuran lebih besar.

“Tiba-tiba mereka sudah coret-coret lagi dan bikin gambar yang lebih besar. Kami tidak kasar, hanya minta mereka jangan mengulangi kegilaan itu karena banyak masyarakat sudah jadi korban. Anggota TNI-Polri juga jadi korban bahkan meninggal tanpa sebab," ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa serupa selalu terjadi tiap tahun. Oleh karenanya, saat ini Polres Merauke ingin memberikan pelajaran. Apalagi untuk sanksi hukum bagi pelaku makar adalah 20 tahun penjara.

“Tidak perlu Menteri Pertahanan dan keamanan yang bicara, tidak perlu Kapolri ribut-ribut, saya masih bisa. Tidak perlu presiden marah-marah, saya masih bisa marah. Nanti kalau mereka enggak dengar lagi, saya kasih pelajaran paling gila," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya