Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Politik

Tanggapi Jawaban Mahfud, RK: Kenapa Kerumunan Bandara Tidak Ada Yang Diperiksa Seperti Kami?

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 19:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung memberi tanggapan atas jawaban yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD atas opininya soal kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November lalu.

Mahfud MD sendiri mengaku siap bertanggung jawab karena telah mengeluarkan pengumuman yang mengizinkan Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang dan dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta.

Baca: Mahfud MD: Siap Kang RK, Saya Bertanggung Jawab


Mendapati jawaban tersebut, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa semua pihak tanpa terkecuali harus memikul tanggung jawab yang sama.

“Siap Pak Mahfud. Pusat daerah harus sama-sama memikul tanggung jawab,” ujarnya dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (16/12).

Dia lantas mempertanyakan perlakuan aparat atas peristiwa kerumunan yang terjadi di Bandara Soetta, Megamendung, dan Petamburan. Di mana untuk kasus di Megamendung dan Petamburan, kepala daerah harus berkali-kali memberi keterangan ke polisi.

Sementara untuk bandara yang mengalami kerumunan lebih massif tidak dilakukan hal serupa.

“Mengapa kerumunan di bandara yang sangat masif dan merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan seperti halnya kami berkali-kali,” tanyanya.

“Mengapa kepala daerah terus yang harus dimintai bertanggung jawab,” sambung pria yang biasa disapa RK itu.

Terakhir dia meminta maaf kepada Mahfud MD jika apa yang disampaikan tersebut kurang berkenan.

“Mohon maaf jika tidak berkenan,” demikian RK.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya