Berita

Penasihat keamanan nasional AS, Robert O'Brien/Net

Dunia

AS Diserang Peretas, Penasihat Keamanan Robert O'Brien Percepat Tur Eropa

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 09:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Robert O'Brien telah mempersingkat tur Eropanya dan kembali ke Washington untuk melakukan pertemuan terkait peretasan terhadap beberapa lembaga pemerintah.

Jurubicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) mengatakan, O'Brien dijadwalkan mengunjungi Inggris, Italia, dan Jerman pada pekan ini. Tetapi ia kembali ke AS pada Selasa (15/12), empat hari lebih awal.

Dimuat The National News, NSC sudah mengadakan dua kali pertemuan tingkat tinggi terkait dugaan peretasan yang dilakukan oleh Rusia itu pada Sabtu (12/12) dan Senin (14/12).


Bloomberg melaporkan, O'Brien akan kembali melakukan pertemuan pada Selasa dan Rabu (16/12).

Dengan kembalinya O'Brien dari turnya mengindikasikan serangan siber yang terjadi pada setidaknya enam lembaga AS bersifat serius.

Menurut The New York Times, Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Kehakiman, Departemen Perbendaharaan, dan Departemen Perdagangan kemungkinan telah diretas selama berbulan-bulan.

Peretasan besar-besaran itu dilakukan setelah para peretas menyusup dan memasang malware pada produk perangkat lunak SolarWinds, yang memasuk ratusan lembaga pemerintah dan perusahaan.

Rusia sendiri telah membantah bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi para pejabat AS dan pakar siber masih menunjuk intelijen Rusia yang melakukan aksi tersebut.

Sejumlah pejabat AS bahkan menyebut kelompok peretas Rusia Cozy Bear yang terkait dengan dinas intelijen luar negeri Rusia sebagai dalang di balik serangan itu.

Saat ini AS masih menyelidiki tingkat kerusakan untuk menentukan tanggapan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya