Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Sithik-sithik Nesu Terus Ngajak Padu

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 09:29 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MULAI tahun 1997 saya sudah menguatirkan bahwa krisis moneter Asia akan berdampak destruktif terhadap kesehatan ekonomi Indonesia sehingga rawan meledakkan kekerasan konflik ragawi antar warga apalagi di tengah suasana jurang kesenjangan sosial mau pun black hole kesenjangan politik yang makin menganga.Kekuatiran saya terbukti menjadi kenyataan pada ledakan tragedi Mei 1998.

Masa Kini


Kekuatiran kembali terulang merundung sanubari saya ketika krisis kesehatan global akibat pegebluk Corona merusak kesehatan warga Indonesia, sehingga rawan menimbulkan krisis ekonomi yang rawan meledakkan konflik ragawi antar warga akibat gangguan kejiwaan yang ditimbulkan oleh tekanan batin akibat terlalu lama dipaksa karantina diri, sehingga kehilangan sumber nafkah maupun lapangan kerja.


Kini sudah tampak gejala gangguan kejiwaan akibat terlalu lama tertekan rasa cemas terhadap angkara murka Corona yang bukan hanya merusak kesehatan namun juga menewaskan manusia.

Tampil gejala kejiwaan negatif sebagai sikap kehilangan orientasi logika, sensitif, intoleran, mudah tersinggung, cepat marah tanpa alasan rawan memuncak sebagai perilaku tak terkendali rawan memicu konflik kekerasan
batin potensial meledak sebagai kekerasan ragawi antar insan, keluarga, golongan, etnis, suku, ras, agama, politik. Berbagai pihak mendadak sensitif serta agresif selaras teks sithik-sithik nesu terus ngajak padu di dalam lagu Jenang Gulo.

Kuatir


Besar harapan saya jangan sampai prahara tragedy kekerasan 1948, 1965 dan 1998 kembali terjadi di bumi Indonesia. Bangsa Indonesia yang ramah dan cinta damai mendadak berubah menjadi pemarah lalu tega melakukan kekerasan bahkan tega saling membinasakan.

Saya menulis naskah ini sebagai ajakan bagi segenap sesama warga Indonesia untuk di tengah suasana kemelut Corona berkenan menunaikan Jihad Al Nafs menaklukkan diri sendiri masing-masing agar sesama warga Indonesia tidak  saling membenci, tidak saling bermusuhan, tidak saling melakukan kekerasan terhadap sesama warga Indonesia.

Bersatu Padu

Justru dalam menghadapi musuh yang sama yaitu virus Corona marilah kita semua bersatu padu berbekal semangat sila ke dua Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab demi menjalin kekuatan lahir-batin bergotong-royong melawan angkara murka virus Corona!

Marilah kita belajar dari sejarah pageblug influenza 1918-20 yang memicu resesi kemudian depresi dahsyat yang kemudian meledakkan Perang Dunia II.

Marilah kita bersama menjalin kebersamaan demi gotong-royong mewujudkan sila poros Pancasila yaitu Persatuan Indonesia untuk TIDAK mengulang sejarah keburukan masa lalu.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya