Berita

Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri/RMOL

Hukum

KPK Cecar Anak Buah Juliari Untuk Dalami Duit Rp 14,5 M Hasil OTT Bansos

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 02:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jejak uang senilai Rp 14, 5 miliar yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Menteri Sosial Juliari Batubara di kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 terus diselidiki KPK.

Plt Jurubicara KPK, Ali Fikri menjabarkan, kali ini pihaknya memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso (MJS) yang telah berstatus tersangka untuk menggali informasi lebih lanjut terkait penyitaan sejumlah bukti yang ditemukan saat OTT.

"Di antaranya adalah uang dengan jumlah total sekitar Rp 14,5 miliar," kata Ali Fikri kepada wartawan, Selasa malam (15/12).


Ali menyebut, uang sebanyak Rp 14,5 miliar yang diamankan itu telah mendapat izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk dilakukan penyitaan.

"Selanjutnya bukti uang dimaksud akan menjadi barang bukti dalam perkara ini," pungkas Ali.

Dalam perkara dugaan suap Bansos Covid-19 berupa sembako untuk wilayah Jabodetabek ini, KPK mengamankan enam orang saat OTT pada Sabtu dinihari (5/12) di beberapa tempat di Jakarta.

Keenam orang yang diamankan ialah, Matheus Joko Santoso (MJS) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos), Wan Guntar (WG) selaku Direktur PT Tiga Pilar Argro Utama (TPAU), Ardian I M (AIM) selaku swasta.

Selanjutnya, Harry Sidabuke (HS) selaku swasta, Shelvy N (SN) selaku Sekretaris di Kemensos, dan Sanjaya (SJY) selaku swasta.

Dari hasil tangkap tersebut, ditemukan uang dengan pecahan uang rupiah dan mata uang asing masing-masing sekitar Rp 11,9 miliar, 171.085 dolas AS atau setara Rp 2,420 miliar dan 23 ribu dolas Singapura atau setara Rp 243 juta.

Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Yaitu sebagai pihak penerima uang, Mensos Juliari P Batubara, Matheus Joko Santoso, dan Adi Wahyono (AW) selaku PPK di Kemensos.

Sedangkan tersangka pihak pemberi uang adalah, Ardian I M, dan Harry Sidabuke dari unsur swasta.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya