Berita

Vaksin Covid-19 buatan BioNTech dan Pfizer sejauh ini dinyatakan 95 persen efektif dalam melawan virus corona dalam uji klinis/Net

Dunia

Nikkei Asia: Shanghai Fosun Akan Impor 7,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Dari BioNTech

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 19:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mitra dari perusahaan bioteknologi asal Jerman BioNTech, yakni Shanghai Fosun Pharmaceutical Group dikabarkan berencana untuk mengimpor 7,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari BioNTech pada paruh pertama 2021.

Begitu kabar yang dipublikasikan oleh Nikkei Asia pada Selasa (15/12), merujuk pada jarigan media Caixin yang mendapatkan kabar tersebut dari sejumlah sumber "orang dalam" anonim yang dekat dengan informasi tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Fosun kabarnya kini sedang mengatur logistik dengan beberapa maskapai penerbangan untuk mulai mengangkut vaksin dari pabrik BioNTech di Jerman ke China mulai Januari mendatang.


Sumber yang sama menyebut bahwa berdasarkan data yang tersedia, perusahaan dapat mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dalam sebulan.

Namun sumber orang dalam itu menyebut bahwa data itu bisa jdi tidak akurat. Data itu mungkin hanya mencerminkan capability request beberapa operator dan bukan volume sebenarnya.

Meski begitu, kabar ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait manapun.

Sebagaimana diketahui bahwa vaksin virus corona yang dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer sejauh ini dinyatakan 95 persen efektif dalam melawan virus corona dalam uji klinis.

Hal ini juga lah yang menyebabkan otoritas sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk pennggunaan massal vaksin tersebbut.

Di sisi lain, China juga merupakan salah satu pemain utama dalam perlombaan menemukan vaksin Covid-19. Di negeri tirai bambu, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh unit Sinopharm China National Biotec Group dan CanSino Biologics, telah diberikan kepada ratusan ribu orang di bawah otorisasi darurat di China.

Selain itu, vaksin China National Biotec 86 persen juga dinyatakan efektif dalam ujicoba yang dilakukan di Uni Emirat Arab baru-baru ini.

Sedangkan Fosun merupakan perusahaan yang mendapatkan hak dari BioNTech pada bulan Maret lalu untuk memasarkan vaksin di seluruh daratan China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Perusahaan China tersebut mengatakan pada bulan Agustus lalu bahwa pihaknya bermaksud untuk memasok 10 juta dosis untuk Hong Kong dan Makau, mendistribusikannya melalui Jacobson Pharma Corp di Hong Kong.

Berdasarkan kesepakatan dengan BioNTech, Fosun juga bertanggung jawab untuk meminta persetujuan vaksin dari regulator di daratan China dan Hong Kong.

Fosun sejauh ini dikabarkan bersiap untuk menyerahkan dokumen ke regulator obat di Hong Kong untuk ditinjau secepatnya minggu depan. Sementara itu, Fosun belum mengajukan izin di Cina daratan.

BioNTech sebelumnya mengatakan kepada Caixin bahwa vaksin yang ditujukan untuk pasar China akan diproduksi di fasilitasnya di Marburg, Jerman, tetapi Fosun telah mendorong untuk membuatnya di China.

Pada bulan Maret lalu, Fosun juga menandatangani kesepakatan untuk membayar BioNTech sebesar 135 juta dolar AS di muka dan pembayaran potensi investasi dan tonggak masa depan untuk hak komersialisasi eksklusif di daratan China, Hong Kong, Macao dan Taiwan.

Mitra BioNTech di China tersebut akan bertanggung jawab atas biaya pemasaran dan penjualan dan akan mendapatkan 65 persen dari laba kotor.

Fosun mengatakan di masa depan mungkin akan bernegosiasi dengan BioNTech kemungkinan pembuatan dan pengemasan vaksin di China, dan berkomunikasi dengan Administrasi Produk Medis Nasional mengenai masalah tersebut.

Karena vaksin membutuhkan suhu sangat dingin dalam penyimpanan dan transportasi, Fosun mengatakan telah berinvestasi di fasilitas penyimpanan sangat dingin di dekat Bandara Pudong Shanghai dengan kemampuan untuk menyimpan vaksin pada suhu hingga minus 70 derajat celcius.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya