Berita

Bendera Israel di Yerusalem/Net

Dunia

Ini Tiga Alasan Indonesia Tak Bisa Lakukan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 08:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Indonesia telah membantah laporan media Israel terkait upaya normalisasi hubungan.

Media lokal Israel, Channel 12 pada Minggu (13/12) melaporkan pemerintah Israel tengah berupaya melakukan normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Oman.

Laporan itu muncul setelah Israel berhasil melakukan normalisasi dengan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.


Meski begitu, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah membantah hal tersebut.

Setidaknya ada tiga alasan yang membuat Indonesia tidak dapat melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

1. Indonesia tidak pernah berhubungan dengan Israel

Jurubicara Kemlu Teuku Faizasyah mengatakan pihaknya tidak melakukan upaya apapaun untuk melakukan normalisasi hingga saat ini, terlebih tidak ada hubungan yang terjalin dengan Israel.

"Kemlu tidak pernah berhubungan dengan Israel," tegas Teuku saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/12).

"Dalam menjalankan politik luar negeri RI terkait Palestina, Kemlu menjalankannya secara konsisten sesuai amanah konstitusi," lanjutnya.

2. Belum tercapainya solusi dua negara dengan Palestina

Dalam kesempatan berbeda, Teuku menuturkan, posisi Indonesia terhadap Palestina tidak akan berubah terkait dengan normalisasi yang dilakukan oleh Israel dengan dunia Arab.

"Bagi Indonesia, penyelesaian isu Palestina perlu menghormati solusi Dewan Keamanan PBB terkait, serta parameter yang disepakati secara internasional, termasuk two states solution," jelasnya, seperti dirilis Kantor Berita Politik RMOL pada 17 September.

Teku menekankan, setiap inisiatif perdamaian yang dilakukan tidak boleh menggagalkan keputusan yang telah dibuat berdasarkan Inisiatif Perdamaian Arab pada 2002.

Berdasarkan inisiatif tersebut, negara-negara Arab hanya dapat melakukan hubungan diplomatik dengan Israel setelah masalah Palestina terselesaikan. Dalam hal ini, Israel harus mengembalikan tanah yang didudukinya dalam perang 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan, Yerusalem Timur, dan Tepi Barat kepada Palestina.

3. Tidak ada kepentingan

Dalam artikel bertajuk "Mungkinkah Indonesia Menjalin Hubungan Diplomatik Dengan Israel" yang diterbitkan Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (14/12), pengamat politik Islam Dr. Muhammad Najib mengatakan Indonesia tidak memiliki kepentingan pragmatis untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Najib mengatakan, kemungkinan normalisasi hubungan Indonesia dan Israel dapat dilakukan atas kepentingan terhadap Amerika Serikat (AS).

"Kalau dicari-cari mungkin satu-satunya kepentingan Indonesia terhadap Amerika adalah dukungan negara super power ini terkait dengan wilayah Laut Natuna Utara yang berada di wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh China," tulis Najib.

"Kalau ini yang menjadi alasan, rasanya bayarannya terlalu mahal," tambah dia.

Terkait dengan Laut China Selatan sendiri, Indonesia tidak perlu melakukan normalisasi dengan Israel. Pasalnya Najib mengatakan, ada peran China yang membuat AS, diminta atau pun tidak, akan membantu negara-negara ASEAN.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya