Berita

Aktivis Haris Rusly Moti/Net

Kesehatan

Aktivis Haris Rusly: Rakyat Dililit Kesulitan, Bansos Dikorupsi Dan Kini Disuruh Bayar Vaksin

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 05:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah perlu memikirkan untuk tidak membebankan biaya penebus vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Sebab di masa pandemi saat ini, ekonomi masyarakat tengah terpukul.

"Ekonomi rakyat itu sangat sulit. Kebutuhan sembako saja dibantu negara melalui program bansosnya pemerintah, dikorupsi pula," kata aktivis Haris Rusly Moti di akun Twitternya, Senin (14/12).

Hingga saat ini, pemerintah memastikan belum menetapkan harga vaksin Covid-19 yang dibebankan kepada masyarakat.


Setidaknya, ada 107 juta penduduk kelompok prioritas yang menjadi target pemerintah untuk penyuntikan vaksin. Dari jumlah tersebut, 32 juta orang diperkirakan tak dibebankan biaya atau gratis, sedangkan 75 juta orang sisanya harus membayar untuk mendapatkan vaksin.

"Ketika rakyat dililit kesulitan, disuruh beli vaksin yang harganya antara Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Hitung saja jika anggota keluarganya 3-7 orang," tandas Haris Rusly dengan menyertakan perkiraan harga vaksin per dosis.

Meski pemerintah belum menentukan harga vaksin, perkiraan banderol vaksin sudah pernah disampaikan Bio Farma untuk vaksin Covid-19 Sinovac. Setidaknya, perdosis vaksin Sinovac akan dibanderol sekitar Rp 200 ribu.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya