Berita

Proyek pembangungan toilet di sejumah SD dan SMP di Kabupaten Bekasi dianggap publik sebagai putusan yang tidak bijak/Ist

Hukum

Polemik Proyek Pembangunan Toilet Senilai Rp 96 M Di Kabupaten Bekasi, KPK Persilakan Masyarakat Untuk Lapor

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 11:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Belakangan ini media sosial diramaikan soal proyek pembangunan toilet di Kabupaten Bekasi yang bernilai hampir seratus miliar rupiah.

Proyek yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi ini adalah untuk membangun 488 toilet untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah mereka.

Alokasi anggaran pembangunan toilet di setiap sekolah sebesar Rp 198.550.000. Sehingga, untuk 488 sekolah membutuhkan anggaran Rp 96,8 miliar.


Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti banyaknya gedung sekolah di Kabupaten Bekasi yang sudah tidak layak untuk digunakan kegiatan belajar mengajar.

Akan tetapi, Pemkab Bekasi lebih mendahulukan melakukan pembangunan toilet dibanding memperbaiki gedung sekolah yang dianggap membahayakan para siswa maupun guru.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, mempersilakan masyarakat yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek toilet ini untuk segera melapor.

"Kami menyadari peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi sangat penting. Untuk itu kami persilakan masyarakat yang mengetahui adanya dugaan peristiwa Tipikor dapat melaporkan kepada KPK melalui Pengaduan Masyarakat KPK atau call center 198," ujar Ali Fikri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/12).

KPK, masih kata Ali, akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek toilet di Kabupaten Bekasi tersebut jika ada masyarakat yang melaporkan.

"KPK tentu akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data laporan tersebut, apakah masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau bukan," pungkas Ali.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri hanya mengucapkan terima kasih kepada redaksi saat dimintai respons atas ramainya pemberitaan soal proyek toilet di Kabupaten Bekasi tersebut.

"Terima kasih informasinya," kata Firli kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, juga menyebut akan berkomunikasi lebih dahulu dengan Direktur Penyelidikan KPK.

"Saya tanya Dirlidik dulu," singkat Lili.

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya