Berita

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac/Net

Kesehatan

Tak Perlu Cemas, Uji Klinis Vaksin Sinovac Di Bandung Berlangsung Aman

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 13:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19, dr. Rodman Tarigan meminta masyarakat untuk tidak cemas perihal perkembangan uji klinis fase 3 vaksin Sinovac yang masih berlangsung di Bandung.

Berbicara dalam webinar bertajuk 'Vaksin Datang... Hati Senang' yang digelar oleh IKA SMPN 1 Cimahi dan Greenone Medical Corps pada Minggu (13/12), dr. Rodman menuturkan perkembangan uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung diamati oleh banyak pihak.

"Tidak perlu cemas, khawatir, semua itu dipantau oleh WHO. Kita di Bandung selalu melaporkan kepada BPOM, dan kepada PT Sinovac di China, juga WHO," tutur dr. Rodman.


"Jadi kalau ada hal-hal yang mencemaskan pasti akan dipantau atau ditunda dulu," tambahnya.

Selain itu, dr. Rodman juga menjelaskan, efek samping dari uji klinis vaksin Sinovac di Bandung saat ini masih dalam koridor aman.

Mayoritas relawan, tambah dia, mengeluhkan nyeri lokal yang alami terjadi akibat suntikan. Beberapa keluhan lainnya adalah timbul kemerahan, bengkak, demam, dan sakit kepala.

"Tapi keluhan tersebut hilang ada yang hilang kurang dari 30 menit. Demam juga tidak sampai satu hari," kata dr. Rodman.

"Kalau saya amati, (keluhan) sama dengan vaksin-vaksin lain yang (sudah) dipakai dan dikembangkan di negara lain. Dari semua kajian vaksin fase ketiga, Alhamdulillah aman-aman saja, termasuk yang diujicobakan di Bandung ini" imbuhnya.

Uji klinis vaksin Sinovac di Bandung sendiri melibatkan 1.620 relawan dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun dengan kondisi sehat.

Laporan awal uji klinis tersebut akan diberikan pada Januari 2021, sementara secara keseluruhan baru akan tuntas pada Mei 2021.

Saat ini pemerintah Indonesia telah mendapatkan kiriman 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Meski begitu vaksin tersebut belum dibisa digunakan karena harus mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya