Berita

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu (tengah atas)/RMOL

Politik

TPS Lengang, Partisipasi Pemilih Pilkada Diperkirakan Sekitar 50 Persen

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 14:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum mengumumkan data tingkat partisipasi pemilih pada gelaran Pilkada 9 Desember 2020. Sebab hingga kini rekapitulasi suara pilkada masih dalam proses diinput dalam Sistem Rekapitulasi (Sirekap).

Sehingga, presentase tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 belum dapat diketahui pasti.

Menurut peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, tingkat partisipasi pemilih pada gelaran pilkada kemarin cukup tercermin dari data di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggunakan hak pilihnya.


"Karena memang kalau saya lihat di lapangan, saya sempat lihat di TPS kami, di komplek saya itu, memang partisipasi cukup rendah ya, dari data itu 50 persen saja yang datang," ujar Yohan Wahyu saat menjadi narasumber diskusi daring Populi Center bertajuk "Membaca Hasil Hitung Cepat dan Evaluasi Pilkada" Sabtu (12/12).

Sehingga, kata Yohan, meskipun pelaksanaan pilkada cukup terlihat lancar karena cukup banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena kondisi pandemi Covid-19.

"Karena memang orang tidak datang gitu loh, tidak banyak yang datang. Lancar karena memang tidak banyak yang datang," tuturnya.

Atas dasar itu, Yohan menyebut, meskipun KPU belum memberikan angka pasti tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, namun data di tiap TPS bisa menjadi potret tingkat partisipasi pemilih.

"Saya track juga di data yang baru masuk itu datanya memang rata-rata baru 50 persen yang masuk di Sirekap itu," ucapnya.

"Jadi belum bisa ketahuan, KPU juga belum memunculkan data terkait rata-rata tingkat partisipasi. Tapi kalau saya lihat di lapangan itu memang 50 persen, terutama di TPS tempat saya itu. Memang tidak terjadi kerumunan secara masif," demikian Yohan Wahyu.

Narasumber lain dalam diskusi daring tersebut yakni; Direktur Netgrit Ferry Kurnia Rizkiansyah, dosen Departemen Ilmu Politik Pemerintahan UGM Mada Sukmajati, anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, dan peneliti Populi Center Dimas Ramadhan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya