Berita

Clinical Psychology Bicarakan.id Vivian Chandra M.Psi dalam program Bincang Sehat/RMOL

Kesehatan

Jangan Pandang Sebelah Mata! Deprivasi Sosial Bisa Picu Suicidal Thought

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 15:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak awal tahun 2020 ini membawa dampak tersendiri pada kesehatan sejumlah orang, baik secara fisik maupun mental

Pasalnya, pandemi yang terjadi membawa serta masalah ekonomi dan sosial. Salah satu masalah sosial yang kerap muncul adalah deprivasi sosial.

Clinical Psychology Bicarakan.id Vivian Chandra M.Psi dalam program Bincang Sehat bertajuk "Deprivasi Sosial Di Tengah Pandemi" yang diselenggarakan secara virtual oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (11/12) menjelaskan bahwa deprivasi sosial secara sederhana merupakan kondisi di mana seseorang kurang memiliki kesempatan interaksi akibat adanya pembatasan sosial, seperti yang terjadi di masa pandemi Covid-19 saat ini.


"Adanya fenomena seperti saat ini membuat banyak orang merasa burnout atau kelelahan, sehingga mungkin ada sebagian orang yang merasa kesepian atau terisolasi karena kurangnya interaksi sosial," tutur Vivian.

Dia menambahkan, deprivasi sosial bukan merupakan hal yang bisa dianggap remeh dan harus bisa segera ditangani, supaya tidak memberikan dampak yang lebih buruk.

"Deprivasi sosial, dalam kasus terburuk bisa sampai menyebabkan mood yang buruk serta pemikiran depresif, karena mereka tidak melakukan banyak aktivitas dan menarik diri dari lingkungan sosial, serta pola makan dan tidur yang berantakan," kata Vivian.

"Dan ketika pemikiran tersebut semakin dibiarkan maka akan semakin berkembang dan itu buruk. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut bisa sampai menyebabkan suicidal thought (pemikiran untuk melakukan bunuh diri)," sambungnya.

Karena itu, Vivian menekankan, jika seseorang mulai merasakan bahwa dirinya mengalami deprivasi sosial, hal pertamanya yang perlu dilakukan adalah mencari dukungan sosial dari orang terdekat. Jika tidak, segera temui tenaga ahli seperti psikolog untuk membantu mengatasi hal tersebut.

"Ketika kita mulai mengalami kondisi ini, jika memiliki social support yang baik, apakah itu satu atau beberapa teman dekat, atau pasangan, keluarga, ajak mereka berinteraksi, bertukar pikiran, keep in touch, walaupun mungkin tidak semua hal buruk harus diceritakan," terangnya.

"Jika tidak. memiliki social support yang baik, bingung cari bantuan, baiknya menemui psikolog untuk membantu," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya