Berita

Clinical Psychology Bicarakan.id Vivian Chandra M.Psi dalam Bicang Sehat/RMOL

Kesehatan

Kenali Ciri Deprivasi Sosial Di Tengah Pandemi Covid-19

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 15:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Interaksi sosial merupakan salah satu bagian tidak terpisahkan dari kebutuhan manusia.

Karena itulah, pembatasan sosial yang muncul akibat pandemi Covid-19 menyebabkan gangguan tersendiri bagi sejumlah orang yang kerap disebut dengan istilah "deprivasi sosial".

"Deprivasi sosial adalah kondisi di mana ada pembatasan untuk bersosialisasi, sehingga seseorang ini kurang memiliki kesempatan interaksi sosial yang tidak sebanyak biasanya. Dengan kata lain, ada kelangkaan dalam interaksi, sehingga ada kesenjangan akan kebutuhan ini," papar Clinical Psychology Bicarakan.id Vivian Chandra M.Psi dalam program Bincang Sehat bertajuk "Deprivasi Sosial Di Tengah Pandemi" yang diselenggarakan secara virtual oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (11/12).


Dia menjelaskan, meski gejala dan ciri deprivasi sosial yang dialami oleh seseorang bisa berbeda dengan orang lainnya, namun secara umum ada hal yang bisa diperhatikan.

"Ciri-ciri deprivasi sosial bisa dilihat dari misalnya seseorang itu merasakan bosan yang berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan sosial, pola tidur dan makan bisa berantakan atau emosial yang bisa dengan cepat berubah dan naik turun, serta munculnya rasa cemas berlebih," jelasnya.

Vivian menilai, munculnya perasaan cemas atau bosan di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai saat ini sebenarnya merupakan hal yang wajar selama tidak berlebihan dan masih bisa diatasi. Terlebih pandemi juga memicu sejumlah efek domino lainnya bukan hanya dari segi kesehatan, tapi juga ekonomi, finansial dan sosial.

"Tapi yang perlu kita ingat saat ini adalah kita tidak sendirian. Karena kita semua saat ini sedang mengalami kondisi tidak biasa secara bersama-sama. Cari dukungan sosial terdekat atau berkonsultasi dengan psikolog," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya