Berita

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS)/Net

Politik

Laksamana Desak Polisi Ungkap 'Orang Kuat' Di Balik 'Ngeyelnya' Habib Rizieq

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 14:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah perangai yang ditunjukkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) telah membuat repot aparat penegak hukum. Berkali-kali pemanggilan yang dilakukan polisi selalu tidak dipenuhi.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen menduga ada kekuatan politik dengan finansial yang besar di balik sejumlah tindakan yang ditunjukkan Habib Rizieq tersebut.

Silaen mengingatkan bahwa pola gerakan Habib Rizieq tidak bisa didiamkan oleh pemerintah. HRS, katanya, telah terus-menerus menyerang dan menyudutkan pemerintah. Seolah di dalam pikiran HRS, apa yang dilakukan pemerintah tidak ada baiknya.


Di satu sisi, serangan yang berulang tersebut melekat erat di benak pendukung HRS. Tekniknya, masih kata Silaen, mirip dengan teori “big lie” atau kebohongan besar.

“Cara kerjanya itu cukup simple, hanya menyebarluaskan berita bohong melalui media massa sebanyak mungkin dan sesering mungkin, hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran. Sederhana namun mematikan," beber aktivis organisasi kepemudaan kepada redaksi, Jumat (11/12).

Pembiaran yang dilakukan sejak kepergian Habib Rizieq ke Arab Saudi kini membuat penegak hukum kerepotan menghadapi tingkah laku HRS.

Setidaknya, kata Silaen, hal tersebut terlihat ketika polisi diadang laskar FPI saat mengantar surat panggilan ke rumah HRS.

“Ini pembangkangan yang sudah terencana,” terangnya.

Lebih lanjut, Silaen menduga "keberanian" yang dilakukan HRS tersebut tidak lepas dari adanya intervensi kekuatan politik.

Kekuatan intervensi itu tak terelakkan, karena diduga datang bukan dari orang sembarangan. 

Atas alasan tersebut, Silaen mendesak polisi untuk berani mengungkap siapa orang kuat tersebut.

“Harus diungkap siapa orang 'kuat' yang selama ini membackup kengeyelan HRS. Termasuk yang membantu pelarian dan pembiayaan hidupnya di pengungsian,” tegasnya.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

UPDATE

Muawiyah Ubah Khilafah Jadi Tahta Warisan Anak

Minggu, 01 Maret 2026 | 02:10

Arab Saudi Kutuk Serangan Iran di Timteng, Ancam Serang Balik

Minggu, 01 Maret 2026 | 02:00

Pramono Siapkan Haul Ulama Betawi di Monas

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:40

Konflik Global Bisa Meletus Gegara Serangan AS-Israel ke Iran

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:26

WNI di Iran Diminta Tetap Tenang

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:09

Meriahnya Perayaan Puncak Imlek

Minggu, 01 Maret 2026 | 01:03

Jemaah Umrah Jangan Panik Imbas Timteng Memanas

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:31

Jakarta Ramadan Festival Gerakkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:18

Pramono Imbau Warga Waspadai Intoleransi hingga Hoaks

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:03

PT Tigalapan Klarifikasi Tuduhan Penggelapan Proyek

Minggu, 01 Maret 2026 | 00:01

Selengkapnya