Berita

Gotong royong mewujudkan pembangunan sanitasi di Dua Koto, Pasaman/Net

Nusantara

Di Dua Koto Pasaman, Pendamping PKH Berhasil Membangun 275 Jamban Bersih

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 10:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial berhasil mengubah pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Gambaran itu terlihat di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Dengan semangat kesetikawanan sosial dan gotong royong mereka mewujudkan pembangunan sanitasi bersih di Nagari Cubadak dan Simpang Tonang.

Pendamping PKH Kecamatan Dua Koto, Pasaman, Rachmad Ariyo mengatakan dengan semangat kebersamaan masyarakat dan gotong royong di kedua desa mulai mewujudkan sanitasi sehat. Perubahan pola hidup bersih KPM PKH setelah adanya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang rutin diadakan pendamping.


"Dalam pertemuan tersebut diajarkan pola hidup sehat dan gizi. Materi yang diajarkan sanitasi berbasis masyakarat," jelas Ariyo ketika menjadi Narasumber Podcast Beranda di Kemensos seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12).

Ariyo mengaku untuk mewujudkan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat, pendamping PKH mengadakan arisan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan "julo-julo" untuk membangun sanitasi sehat yang berwujud jamban bersih.

"Kegiatan inovasi yang dilaksanakan terhadap KPM PKH yakni julo-julo jamban sehat, berbentuk arisan biasa. Namun uniknya pemenang dari julo-julo dibangunkan jamban sehat. Sebelumnya pertama sekali program julo-julo dicetuskan di Kecamatan Bonjol, Pasaman oleh pendamping PKH Dona Darni Putri dan program ini pernah mewakili Sumatera Barat dalam acara PKH Appreciation Day Tahun 2017 dan masuk nominasi," tambah Ariyo.

"Pemenang julo-julo setiap bulan akan dibangunkan jamban secara gotong royong dengan adanya pembagian tugas masing-masing anggota, dengan gotong royong bisa menekan biaya seminimal mungkin, dengan perkiraan 600-700 ribu rupiah sudah bisa untuk membangun jamban sehat yang setara jamban harga 2-3 Jutaan," jelas Ariyo.

Sebelum dibangun jamban bersih secara arisan atau julo-julo, pola hidup bersih masyakat disana memprihatinkan akibatnya banyak anak-anak yang tumbuh tidak sesuai harapan atau mengalami stunting.

Berdasarkan data Kemensos di Kabupaten Pasaman tercatat sebanyak 12.533 keluarga terdaftar sebagai penerima bansos PKH. Dari jumlah tersebut KPM PKH Kecamatan Dua Koto sebanyak 1.728 keluarga, hampir 80 persen belum memiliki jamban sehat sendiri. Perilaku buang air rata-rata masih ke sungai.

"Besarnya pembuatan jamban membuat masyarakat sering melupakan kebersihan lingkungan mereka. Ini tentu berpengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak-anak mereka," imbuhnya.

Dengan berbagai tantangan dan kendala, dikatakan Ariyo, tim pendamping PKH Kecamatan Dua Koto sudah berhasil membangun 25 jamban bersih setiap bulan dari hasil kegiatan julo-julo yang dilakukan 25 kelompok.

"Alhamdulillah sampai hari ini berkat kerjasama Tim Pendamping PKH telah terbangun 25 jamban per bulan. Hingga hari ini telah terbangun 275 jamban. Inti dari pelaksanaan Julo-julo jamban sehat ini selain untuk meningkatkan nilai-nilai kesehatan, yang terutama untuk meningkatkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Dengan adanya julo-julo setiap bulan dapat membudayakan kembali semangat gotong royong dan kesetiakawanan dalam bermasyarakat," lanjutnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya