Berita

Ibas Yudhoyono saat turun dapil/RMOL

Politik

Turun Ke Dapil, Ibas Datangi Perajin Gerabah

KAMIS, 10 DESEMBER 2020 | 03:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Edhie Baskoro Yudhoyono melakukan Giat Kunjungan Daerah (Kundapil) pada Selasa (8/12) lalu. Kundapil kali ini dilakukan Ibas, nama sapaannya, ke Desa Purwosari, Pacitan, Jawa Timur.  

Lokasi persis Desa Purwoasri ini terletak di KM 8 arah selatan Kota Pacitan menuju Pantai Wawaran. Desa ini terkenal akan sentra gerabahnya. Adapun agenda Kundapil dimaksudkan untuk serap aspirasi dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pacitan.

Saat berkunjung, Ketua aFraksi Demokrat DPR RI ini disambut oleh Ibu Rumini (50), perajin tertua sekaligus Kepala Produksi Gerabah Seni Maju Asri.
Putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono ini kemudian berkeliling, melihat produksi gerabah secara langsung di Kios Arum Gerabah. Ibu Ning, pemilik Arum Gerabah, menerangkan teknik dan proses pembuatan gerabah tradisional khas Pacitan.  

Putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono ini kemudian berkeliling, melihat produksi gerabah secara langsung di Kios Arum Gerabah. Ibu Ning, pemilik Arum Gerabah, menerangkan teknik dan proses pembuatan gerabah tradisional khas Pacitan.  

Di kesempatan ini pula, Ibu Rumini memaparkan bahwa saat ini, Desa Purwosari memproduksi ratusan gerabah setiap harinya. Jenis yang paling banyak diproduksi adalah gerabah dengan bentuk kebutuhan sehari-hari, seperti peralatan dapur dan pot bunga.

Ia juga menerangkan bahwa perajin gerabah di desa ini didominasi oleh wanita paruh baya. Untuk memajukan para perajin, pada 2009 lalu, dibentuklah kelompok perajin dengan nama Maju Asri. Saat ini, Maju Asri menaungi 44 orang yang semuanya adalah pengrajin wanita.

Meski fokus dengan produksi gerabah untuk kebutuhan sehari-hari selama bertahun-tahun, kini perajin di Desa Purwosari mulai menekuni produksi gerabah seni. Mulainya produksi gerabah seni bukanlah tanpa hambatan, sebab produksi ini masih tergolong baru.

Namun, karena produk seni yang dibuat terlihat bagus dan berkualitas, warga pun menyukai hasil karyanya dan mulai tertarik untuk memproduksinya secara masal.

Dari bincang-bincang yang dilakukan Ibas dan Ibu Rumini, didapat keterangan bahwa saat ini, bentuk gerabah yang paling diminati antara lain guci-guci bermotif batik dan wayang, vas bunga, tempat payung, asbak, dan berbagai suvenir. Kemudian, untuk pesanan suvenir sendiri, kebanyakan pesanan justru datang dari luar pulau jawa.

Saat Ibas menanyakan perihal kesulitan bahan baku, Rumini pun menerangkan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala dalam bahan baku. Pasalnya, bahan baku gerabah di Pacitan sangat melimpah. Tidak hanya banyak, kualitasnya bagus dan harganya pun murah.

Faktor inilah yang membuat gerabah Pacitan diminati; bentuknya cantik, kualitasnya baik, dan harganya pun tergolong murah. Acara Kundapil diakhiri Ibas dengan membeli banyak gerabah yang rencananya akan dibawa pulang dan dibagikan sebagai cinderamata kepada kerabat terdekat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya